Tingkatkan Produktivitas Pengurus Majelis Taklim Qur’ani Nurul Fattah
Suasana saat berlangsungnya pelatihan pemanfaatan teknologi ChatGPT bagi pengurus Majelis Taklim Qur’ani Nurul Fattah di aula kampus UBSI, Serpong, Minggu (8/3/26/)-weradio.co.id-UBSI
JAKARTA, Weradio.co.id ̶ Tim pengabdian masyarakat, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menyelenggarakan pelatihan pemanfaatan teknologi ChatGPT bagi pengurus Majelis Taklim Qur’ani Nurul Fattah di aula kampus UBSI, Serpong, Minggu (8/3/26/). Pelatihan ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja pengurus melalui pemanfaatan kecerdasan buatan.
Keterbatasan sumber daya manusia dan tantangan administrasi menjadi latar belakang digelarnya pelatihan ini. Banyak majelis taklim yang memiliki jemaah cukup besar namun kesulitan dalam mengelola administrasi dan komunikasi secara efektif.
Hal ini mendorong tim dosen UBSI yang dikoordinatori Rr. Rosita Cindrakasih beranggotakan lima orang dosen, yakni Dr. Diah Widyawati, Dr. Diana Tambunan, Eni Saeni, dan Adityo Fajar ini melakukan tridharma perguruan tinggi negeri ̶pengabdian masyarakat melalui berbagi pengetahuan tentang teknologi yang dapat membantu memecahkan masalah tersebut.
“Penggunaan teknologi seperti ChatGPT sebenarnya bisa sangat membantu dalam pekerjaan administratif sehari-hari, terutama untuk organisasi yang memiliki banyak kegiatan dan jemaah seperti majelis taklim,” ujar Dr. Diah Widyawati selaku dosen yang mewakili paparan.
BACA JUGA:Edukasi Mudik Aman dengan Sepeda Motor untuk Tekan Risiko Kecelakaan
Materi pelatihan mencakup materi praktis pemanfaatan ChatGPT untuk berbagai keperluan administrasi. Peserta diajarkan cara membuat notula rapat secara otomatis, menyusun jadwal kegiatan, menulis pengumuman, hingga mengelola komunikasi dengan jemaah secara lebih efisien.
Metode pelatihan menggunakan pendekatan langsung dengan praktik di tempat. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk mencoba langsung menggunakan ChatGPT dengan bimbingan tim dosen. Mereka juga diberikan modul pelatihan yang dapat dijadikan panduan setelah kegiatan selesai.
Ibu Yuli, salah seorang pengurus Majelis Taklim Qur’ani Nurul Fattah yang mengikuti pelatihan, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. “Biasanya kami kesulitan membuat notula rapat karena harus menulis ulang semua pembicaraan. Sekarang dengan ChatGPT, pekerjaan ini bisa jauh lebih cepat dan rapi,” katanya.
Menurut Ibu Yuli, teknologi ini juga membantu dalam menyusun jadwal kegiatan yang padat. “Kami sering kebingungan mengatur jadwal karena ada banyak kegiatan yang tumpang tindih. Dengan ChatGPT, kami bisa mengatur jadwal dengan lebih sistematis,” tambahnya.
BACA JUGA:Konversi Motor Listrik atau Benahi Transportasi Publik?
Dr. Diah Widyawati menjelaskan bahwa pemilihan majelis taklim sebagai sasaran pelatihan tidak lepas dari peran penting organisasi keagamaan dalam masyarakat. “Majelis taklim memiliki peran strategis dalam pembinaan umat, namun seringkali terkendala dengan manajemen organisasi. Kami ingin membantu mereka agar bisa lebih fokus pada misi utama tanpa terganggu oleh masalah administrasi,” ujarnya.
Pelatihan ini juga mencakup sesi diskusi interaktif di mana peserta dapat berbagi pengalaman dan masalah yang dihadapi dalam mengelola majelis taklim. Tim dosen UBSI kemudian memberikan solusi berbasis teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta.
Salah satu materi yang menjadi sorotan adalah penggunaan ChatGPT untuk membuat konten kajian keagamaan yang menarik. Peserta diajarkan cara membuat ringkasan materi kajian, menyusun pertanyaan diskusi, hingga membuat media promosi kegiatan menggunakan bantuan kecerdasan buatan.
Dr. Diah menambahkan, “Kami tidak hanya mengajarkan cara menggunakan ChatGPT, tetapi juga bagaimana menggunakan teknologi ini secara bijak dan sesuai dengan konteks keagamaan. Penting untuk diingat bahwa ChatGPT hanya alat bantu, bukan penggati peran manusia dalam menyampaikan nilai-nilai agama.”