77 Ribu Calon Murid Tak Diterima di Sekolah Negeri, Ini Solusi Disdik Jawa Barat

77 Ribu Calon Murid Tak Diterima di Sekolah Negeri, Ini Solusi Disdik Jawa Barat

Ilustrasi proses penerimaan siswa baru.-Istimewa/Humas Jabar-

BANDUNG, Weradio.co.id - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 77 ribu calon murid yang belum tertampung di sekolah negeri

Kadisdik memahami bahwa daya tampung SMA dan SMK negeri masih terbatas. Karena itu, bagi calon murid yang belum diterima di sekolah negeri, telah disiapkan berbagai skema agar tetap dapat melanjutkan pendidikan.

"Anak-anak yang belum tertampung di sekolah negeri akan kami salurkan ke sekolah-sekolah swasta yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bagian dari upaya perlindungan layanan pendidikan," ungkap Kadisdik dalam Konferensi Pers Pengumuman Hasil PCMB 2026, Sabtu malam, 13 Juni 2026.

Kerja sama tersebut, terangnya, terus diperluas melalui koordinasi antara Cabang Dinas Pendidikan dengan sekolah-sekolah swasta di setiap wilayah, khususnya di daerah yang memiliki jumlah calon murid belum tertampung cukup tinggi.

BACA JUGA:Dulu Benteng Pertahanan, Kini Pantai Kenjeran Menjelma Jadi Pusat Hiburan Modern

"Melalui skema tersebut, biaya pendidikan seperti Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) maupun Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) akan mendapat dukungan pembiayaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sesuai skala prioritas dan kapasitas fiskal daerah," jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga terus mengoptimalkan perluasan akses SMA Terbuka di wilayah-wilayah yang membutuhkan sebagai bagian dari upaya memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh layanan pendidikan.

Sebelumnya, Kadisdik menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kendala akses yang terjadi pada laman sistem Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB)

Masalah ini terjadi saat pengumuman hasil pemetaan.

BACA JUGA:Bea Cukai Gagalkan Peredaran 8,2 Juta Rokok Ilegal, Rp 7,9 Miliar Berhasil Diselamatkan

Penyebab Gangguan Akses

Kadisdik menjelaskan bahwa gangguan akses tersebut terjadi akibat tingginya antusiasme masyarakat yang mengakses sistem secara bersamaan. Ditambah proses optimalisasi fitur pengumuman untuk memastikan data ditampilkan secara akurat dan presisi.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para orang tua dan calon murid baru dalam mengakses pengumuman hasil PCMB," ujar Kadisdik.

Kadisdik menegaskan, kendala yang muncul tidak memengaruhi keamanan data karena seluruh data pemetaan calon murid baru tersimpan dengan baik.