Bukan Cuma Teori, Siswa Gonzaga Dilatih Cari Solusi Masalah Dunia
SMA Kolese Gonzaga menggelar kegiatan ilmiah bertajuk Gonzaga Reflective Learning Experiences Exhibitions (G-Reflex) di Pejaten Barat, Jakarta Selatan, 7-10 April 2026. -Weradio.co.id-DOK IST
JAKARTA, Weradio.co.id – SMA Kolese Gonzaga kembali menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang mencetak intelektual muda lewat gelaran kegiatan ilmiah tahunan.
Kegiatan ilmiah tahunan itu bertajuk Gonzaga Reflective Learning Experiences Exhibitions (G-Reflex) di Pejaten Barat, Jakarta Selatan, 7-10 April 2026.
Mengusung metode Project Based Learning dan Design Thinking, para siswa dilatih untuk memberikan solusi nyata atas berbagai persoalan di tingkat nasional hingga internasional.
Project Based Learning (PBL) atau Pembelajaran Berbasis Proyek. menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran. Mereka tidak hanya sekadar menghafal teori, tetapi aktif mengasah keterampilan melalui investigasi masalah nyata.
BACA JUGA:G-Reflex, Tradisi Ilmiah Gonzaga yang Berbasis Paradigma Pedagogi Ignasian
Dalam metode PBL, siswa ditantang untuk merespons persoalan dunia nyata yang kompleks dalam jangka waktu tertentu. Proses ini mendorong siswa untuk bereksplorasi secara aktif, berkolaborasi dalam tim, hingga akhirnya menghasilkan sebuah produk atau presentasi publik sebagai solusi atas masalah yang diangkat.
Penerapan metode ini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional. Selain meningkatkan penguasaan materi secara lebih mendalam, PBL terbukti ampuh dalam memicu daya kritis dan kreativitas siswa.
Dengan terjun langsung menghadapi tantangan autentik, siswa dipersiapkan untuk memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masa kini.
Kepala SMA Kolese Gonzaga, Pater Eduard C. Ratu Dopo, S.J., M.Ed., menjelaskan, kegiatan G-Reflex ini merupakan bagian dari tradisi intelektual Serikat Jesus. Siswa tidak hanya dituntut melakukan penelitian, tetapi juga wajib mempresentasikannya dengan fasih dan sistematis.
BACA JUGA:Peristiwa Bersejarah, Indonesia Tampil Perdana di Pameran 100 Gua Natal di Vatikan
“Sebelum tamat dari Gonzaga, para intelektual muda ini selayaknya ilmuwan yang mampu menyampaikan gagasan secara runtut. Kami menggunakan teknologi informasi untuk mendukung kemampuan public speaking yang persuasif melalui proses problem based learning,” ujar Pater Eduard.
Pater Eduard menekankan, proyek ini bukan sekadar kegiatan ekstra atau intrakurikuler biasa, melainkan kegiatan inti kolaborasi. Tujuannya adalah agar siswa peka terhadap isu lingkungan, regional, dan internasional, lalu memasukkannya ke dalam konteks kondisi masyarakat saat ini.

SMA Kolese Gonzaga menggelar kegiatan ilmiah bertajuk Gonzaga Reflective Learning Experiences Exhibitions (G-Reflex) di Pejaten Barat, Jakarta Selatan, 7-10 April 2026. -Weradio.co.id-Rio Winto
Deep Learning