Atasi Krisis Pangan 2045, Siswa XII IPS SMA Candle Tree Gagas Pertanian Berbasis IoT
Hasil Karya Siswa XII IPS SMA Candle Tree Berupa Pertanian Berbasis IoT-Weradio.co.id-Brenda
TANGERANG SELATAN, Weradio.co.id – Sektor pertanian Indonesia kini berada di persimpangan jalan.
Di tengah ancaman krisis pangan yang diprediksi terjadi pada tahun 2045, jumlah petani justru mengalami penurunan signifikan.
Merespons tantangan tersebut, siswa Kelas XII IPS SMA Candle Tree, Tangerang Selatan, menggagas modernisasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah petani di Indonesia menyusut dari 31,70 juta orang pada 2013 menjadi 29,34 juta orang di tahun 2023. Penurunan sebesar 7,42 persen ini diperparah oleh rendahnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor agraris dan sulitnya petani tradisional beralih dari metode konvensional ke teknologi modern.
BACA JUGA:Selat Malaka di Tengah Menguatnya Realisme Global
Solusi Cerdas untuk Masalah Klasik
Penelitian yang disusun oleh tim XII IPS ini menyoroti bahwa inefisiensi pada sistem penyiraman manual menjadi salah satu beban utama petani.
Penggunaan air yang boros, biaya operasional tenaga kerja yang tinggi, serta ketidakpastian cuaca tropis sering kali mengakibatkan kerugian ekonomi dan risiko gagal panen.
"IoT hadir sebagai bentuk adaptasi manusia terhadap kondisi alam yang berubah-ubah," tulis laporan Tim XII IPS Candle Tree yang dibaca Weradio.co.id, Sabtu, 2 Mei 2026.
Tim Kelas XII IPS terdiri atas Chelsea Abigail Setiawan, Felicia Brenda Winto, Gilbert Timothy Wangsa, Grizelda Zizi Nataneila Livani, Jemima Vellyana Nainggolan, dan Samuel Nicholas Pratama Setjodiningrat.
BACA JUGA:Kelompok Bersenjata Bajak Kapal Tanker Honour 25 di Somalia, Empat WNI Masih Disandera
"Melalui pemasangan sensor kelembaban tanah, sistem penyiraman otomatis dapat bekerja secara presisi sesuai kebutuhan aktual lahan, sehingga mampu menekan biaya produksi dan menjaga kualitas tanaman secara real time," jelas Chelsea.
Analisis dari Berbagai Sudut Pandang
Dalam kajiannya, para siswa membedah permasalahan ini melalui tiga perspektif utama:
Pertama, perspektif sosiologi. Di sini, Tim XII IPS Candle Tree mengkaji hambatan psikologis petani tradisional dalam mengadopsi inovasi baru serta pentingnya pendampingan agar mereka tidak berhenti hanya pada tahap mengetahui, tetapi sampai pada tahap menerapkan teknologi.