Indonesia Targetkan Penurunan Stunting lewat Fokus Nutrisi 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Indonesia Targetkan Penurunan Stunting lewat Fokus Nutrisi 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Medical Executive PT Kalbe Farma Tbk, Dr. Riesta Hanjani (tengah) dan SHE Sustainability Specialist Kalbe Nutritionals, Isa Dwiyono (kanan) memberikan edukasi tentang nutrisi, gizi, dan stunting kepada 30 Ibu hamil dan Ibu menyusui di Puskesmas Poasia, W-Weradio.co.id-Rio Winto

JAKARTA, Weradio.co.id - Indonesia terus berupaya menekan angka prevalensi tengkes atau stunting yang masih menjadi tantangan kesehatan nasional. 

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stunting di tanah air berada di angka 21,5 persen. 

Hal ini berarti satu dari lima balita di Indonesia masih mengalami gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis.

Medical Executive PT Kalbe Farma Tbk, dr  Riesta Hanjani menjelaskan, stunting ditandai dengan kondisi tinggi badan anak yang lebih rendah dibandingkan rata-rata usianya. 

BACA JUGA:Waspada, 9,8 Persen Remaja Indonesia Alami Gangguan Mental Akibat Stres

Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi dalam jangka waktu lama, yang sering kali terjadi sejak janin masih dalam kandungan hingga awal kehidupan anak.

“Kekurangan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) tidak hanya memengaruhi fisik, tetapi juga meningkatkan kerentanan terhadap penyakit dan mengancam perkembangan kognitif anak,” ujar dr. Riesta dalam materi edukasi pencegahan stunting kepada 30 Ibu hamil dan menyusui di Puskesmas Poasia, Wundumbatu, Kecamatan Poasia, Jalan Bunggasi, Kendari, Sabtu, 25 April 2026.

Kegiatan edukasi ini digelar rangka Hari Ulang Tahun Kalbe Ke-60 sekaligus Semarak Dirgantara 2026 yang bekerja sama dengan TNi Angkatan Udara (AU).

Menurut Data SKI 2023 menunjukkan bahwa kelompok usia 24–35 bulan merupakan masa yang paling rentan, di mana satu dari lima balita pada kelompok tersebut mengalami stunting

BACA JUGA:Marsekal TNI Wahyu Anggono Dukung Kerja Sama TNI AU dan Kalbe di Sultra

Secara geografis, tiga provinsi dengan prevalensi tertinggi adalah Papua Tengah (39,4%), Nusa Tenggara Timur (37,9%), dan Papua Pegunungan (37,3%).

Pencegahan stunting harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari faktor prenatal (saat hamil), postnatal (setelah kelahiran), hingga lingkungan. 

Pada masa kehamilan, ibu diimbau untuk melakukan pemeriksaan rutin minimal enam kali, mengonsumsi makanan bergizi, serta mencukupi asupan asam folat, kalsium, dan vitamin D.

Setelah bayi lahir, langkah krusial yang harus dilakukan adalah memberikan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan ASI eksklusif selama enam bulan. 

BACA JUGA:Semarak Dirgantara 2026, Kalbe dan TNI AU Gelar Aksi Sosial Layanan Pemeriksaan Mata di Kendari

Selanjutnya, pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat nutrisi, pemberian vitamin A, serta pemantauan tumbuh kembang secara berkala di posyandu menjadi kunci utama untuk memastikan anak tumbuh optimal.

Selain nutrisi, faktor lingkungan seperti ketersediaan air bersih, sanitasi yang layak, dan kebersihan diri juga sangat berpengaruh dalam mencegah infeksi berulang yang dapat memicu stunting pada anak.

Pembagian Susu dari Kalbe

Dalam kesempatan itu, Kalbe juga membagikan susu untuk Ibu hamil, Ibu menyusui, dan anak-anak.

Di sela edukasi stunting, SHE Sustainability Specialist Kalbe Nutritionals, Isa Dwiyono turut berinteraksi dengan peserta edukasi.

BACA JUGA:Sinergi Kalbe, UMJ, dan Mercu Buana, Tingkatkan Kesadaran Bahaya Diabetes di Pandeglang

Para Ibu hamil dan menyusui terlihat antusias mengajukan pertanyaan kepada dr Riesta dan Isa Dwiyono.

Menurut Isa Dwiyono, ada sejumlah manfaat mengonsumsi susu untuk Ibu hamil.

Pertama, mendukung kesehatan janin. Protein dan asam folat membantu pembentukan organ vital, jaringan tubuh, dan otak janin, serta mencegah cacat lahir.

"Kedua, untuk kesehatan tulang ibu. Kalsium tinggi dalam susu mencegah ibu hamil terkena osteoporosis dan mencukupi kebutuhan kalsium janin," jelas Isa Dwiyono.

BACA JUGA: Dukung Kelestarian Lingkungan, Pemkab Wonogiri Berikan Penghargaan untuk Kalbe

Ketiga, mengurangi mual. Formula khusus ibu hamil kaya akan vitamin B6 yang efektif meredakan morning sickness.

Keempat, mencegah anemia dan diabetes. Kandungan zat besi dan nutrisi seimbang membantu mencegah anemia serta menurunkan risiko diabetes melitus tipe 2 pada ibu.

"Ada sejumlah produk Kalbe Nutritionals yang dibagikan kepada Ibu hamil dan Ibu menyusui, antara lain Prenagen untuk ibu hamil dan menyusui. Lalu, Morinaga Chilgo untuk anak di atas 1 tahun. Kemudian, 

Zee untuk anak di atas 3 tahun. Dan, ⁠Diabetasol khusus orang dewasa untuk menjaga kadar gula darah," jelas Isa Dwiyono.

BACA JUGA: Dukung Kelestarian Lingkungan, Pemkab Wonogiri Berikan Penghargaan untuk Kalbe

Tidak lupa, Isa Dwiyono mengungkapkan manfaat mengonsumsi susu untuk ibu menyusui.

"Pertama, meningkatkan kualitas ASI. Kandungan nutrisi yang lengkap memastikan ASI yang dihasilkan bergizi tinggi untuk pertumbuhan bayi. Kedua, melancarkan ASI. Menjaga stamina Ibu. Membantu memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi ibu yang meningkat selama masa menyusui," ujar Isa Dwiyono.