Sejarah Jamu Warisan Leluhur Indonesia, Kalbe Soroti Pemberdayaan UMKM dan Peran Herbal Modern
SFD Arie Wibowo, Kalbe Corporate Sustainability Assistant Manager (kiri) bersama Eyang Ratu, pakar jamu traditional Yogyakarta, fokus mengembangkan pemberdayaan komunitas Jamu.-Weradio.co.id-Brian
JAKARTA, Weradio.co.id - Jamu sebagai warisan leluhur Indonesia terus menunjukkan relevansinya di tengah perkembangan zaman.
Tradisi meracik ramuan herbal dari bahan alami seperti kunyit, jahe, dan temulawak tidak hanya menjadi bagian dari budaya, tetapi juga berkembang sebagai potensi ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat.
SFD Arie Wibowo, Kalbe Corporate Sustainability Assistant Manager, menjelaskan, jamu merupakan bentuk kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak masa nenek moyang.
“Jamu adalah bukti bahwa leluhur kita memiliki pengetahuan mendalam tentang pengobatan alami. Ini bukan sekadar ramuan, tetapi juga filosofi hidup sehat yang selaras dengan alam,” ujar Arie.
BACA JUGA:Sinergi Kalbe, UMJ, dan Mercu Buana, Tingkatkan Kesadaran Bahaya Diabetes di Pandeglang
Secara historis, jamu telah dikenal sejak era kerajaan di Nusantara.
Berbagai naskah kuno dan relief candi menggambarkan aktivitas meracik herbal sebagai bagian dari kehidupan masyarakat, terutama dalam menjaga kesehatan dan kebugaran.
Tradisi ini kemudian berkembang luas melalui peran penjual jamu keliling yang membawa ramuan tradisional ke berbagai lapisan masyarakat.
Dalam kunjungan ke salah satu sentra jamu tradisional, Arie menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat.
BACA JUGA:Tanam 600 Bibit Pohon di Wonogiri, Kalbe Konsisten Tingkatkan Kualitas Lingkungan
Arie menegaskan, pelestarian jamu tidak hanya berfokus pada budaya, tetapi juga pada penguatan ekonomi lokal.
“Jadi, kunjungan ke sana dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Kita melihat warisan leluhur yang ditinggalkan oleh nenek moyang terkait jamu, dan ini searah dengan pengembangan herbal yang dilakukan oleh salah satu unit usaha PT Kalbe Farma Tbk, yaitu Bintang Toedjoe,” kata Arie.
Menurut Arie, misi keberlanjutan yang dijalankan berbagai pihak, termasuk komunitas dan pelaku industri, bertujuan mendorong pertumbuhan UMKM berbasis jamu.
Program-program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas pasar produk herbal tradisional.