Semarak Dirgantara 2026, Wujud Kolaborasi Strategis Kalbe dalam Penanganan Diabetes di Kendari

Semarak Dirgantara 2026, Wujud Kolaborasi Strategis Kalbe dalam Penanganan Diabetes di Kendari

Medical Executive PT Kalbe Farma Tbk, dr. Riesta Hanjani (kiri) sedang memberikan edukasi tentang diabetes untuk masyarakat yang akan menjalani screening operasi katarak mata gratis di RSUD Bahteramas, Kendari, Kamis, 23 April 2026.-Weradio.co.id-Omar

Ketiga, urutan global. Indonesia menempati peringkat ke-5 dunia dalam jumlah penderita diabetes terbanyak, dengan proyeksi mencapai 28,6 juta orang pada 2045 jika tidak ada intervensi efektif.

Keempat, kaktor risiko. Prevalensi diabetes lebih tinggi di daerah perkotaan dibandingkan pedesaan, sering kali terkait dengan obesitas sentral dan gaya hidup kurang aktif.

BACA JUGA:Kalbe Sabet Penghargaan CSR PP ATM Award 2025 dari Adinkes

Kelima, deteksi dini. Studi menyoroti bahwa lebih dari 50% penderita diabetes tipe 2 di Indonesia tidak terdiagnosis. Mereka tidak menyadari telah mengidap diabetes.

Keenam, tren usia muda. Kasus diabetes tidak lagi hanya menyerang lansia, tetapi mulai meningkat pada usia yang lebih muda, bahkan anak-anak, dengan risiko komplikasi PTM.