Shayne Pattynama tidak Tegang Main di The Longest Wait, Film Perjalanan Bersejarah Tim Garuda Indonesia

Shayne Pattynama tidak Tegang Main di The Longest Wait, Film  Perjalanan Bersejarah Tim Garuda Indonesia

Bek Timnas Indonesia Shayne Pattynama (keempat dari kanan) berpose setelah memberikan keterangan dalam konferensi pers film dokumenter The Longest Wait di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Rabu, 29 April 2026. --Dok PSSI

BACA JUGA:Media sebagai Lingkungan dalam Representasi Ekologis Ikan Sapu-Sapu pada Produksi Dokumenter Televisi

Dalam tekanan tinggi sebagai representasi bangsa, The Longest Wait berupaya menangkap pengorbanan yang tidak selalu terlihat seperti jarak dengan keluarga, beban ekspektasi, hingga pergulatan batin yang menyertai perjalanan mereka.

Dari ruang ganti hingga momen-momen sunyi di luar sorotan kamera, The Longest Wait menghadirkan kisah yang lebih intim tentang manusia di balik jersey, bagaimana identitas tidak hanya ditentukan oleh tempat lahir, tetapi oleh pilihan untuk berdiri dan berjuang atas nama Merah Putih.

Oleh karena itu, Sakti Parantean juga tidak ingin menekankan berapa target penonton yang ingin diraih dari film dokumenter pertama tentang Timnas Indonesia itu. 

"Film ini bukan sekadar mengejar box office. Kami membuat film ini belasan bulan atau dua tahun hanya untuk mempersembahkannya kepada bangsa dan Timnas, " tegasnya.

BACA JUGA:Hadapi Tiga Turnamen Bergengsi, PBVSI Panggil 17 Pevoli Putri Ikuti Pelatnas, hanya Ada Satu Nama Baru

“Kami percaya ini adalah cerita yang dimiliki semua orang Indonesia. Bukan hanya tentang tim nasional, tapi tentang harapan yang kita rasakan bersama—di stadion, di rumah, di mana pun kita berada," tambah Sakti.

Proses tidak mudah

Sementara itu, Executive Producer Beach House Pictures Donovan Chan menjelaskan pengambilan gambar selama proses produksi tidaklah mudah.

The Longest Wait berupaya untuk menghadirkan cerita yang utuh juga membawa kru menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Dalam salah satu proses peliputan di Jeddah (Arab Saudi), anggota tim produksi sempat

diamankan oleh otoritas setempat, sebuah risiko yang muncul dari upaya untuk mendapatkan akses yang lebih dalam dan autentik.

BACA JUGA:Krisis Energi dan Urgensi Reformasi Transportasi Umum

Pencarian ini bahkan melampaui batas lapangan dan negara. Tim produksi mengikuti para pemain hingga ke Eropa, sekaligus berbincang dengan keluarga mereka untuk memahami sisi

yang lebih personal seperti tentang keseharian, pengorbanan, dan bagaimana kecintaan terhadap Indonesia tetap hidup, bahkan jauh dari Tanah Air.

Kru juga harus menjaga konsentrasi pemain yang sedang fokus membawa Indonesia ke Piala Dunia 2026.  "Saat pemain sedang super fokus,