Waspada Bahaya Diabetes, Kalbe Terus Gencarkan Ekosistem Diabetes Total Solution
PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) dengan komitmennya terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat-Weradio.co.id-PT Kalbe Farma Tbk
JAKARTA, Weradio.co.id - Prevalensi diabetes di Indonesia berdasarkan Riskesdas 2025 mencapai 11,7% dari populasi usia di atas 15 tahun.
Dengan kata lain, jumlah penderita diabetes mencapai lebih dari 20 juta orang. Ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kasus diabetes terbanyak kelima di dunia.
Peningkatan kasus diabetes tidak hanya terjadi pada kelompok lansia, namun juga masyarakat usia produktif akibat pola makan tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik.
Melihat kondisi tersebut, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) dengan komitmennya terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat, berinisiatif meningkatkan kesadaran diabetes masyarakat dengan kegiatan edukasi, deteksi dini serta penyediaan akses layanan kesehatan kepada berbagai lapisan masyarakat.
BACA JUGA:Kalbe Edukasi Masyarakat Kelola Timbulan Sampah Organik SPPG di Kabupaten Wonogiri
Inisiatif ini dilakukan secara kolaboratif dan terintegrasi dalam payung Ekosistem Diabetes Total Solution (DTS).
Ekosistem DTS mengintegrasikan solusi pencegahan, deteksi dan penanganan diabetes di antara produk Grup Kalbe, termasuk di antaranya, Diabetasol, Elvasense, Produk Insulin dan produk pengobatan diabetes.
“Kalbe terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan edukasi dan peningkatan kesadaran untuk menjaga kesehatan, khususnya melawan diabetes. Kami bergerak melakukan edukasi di sejumlah wilayah di penjuru Indonesia dengan satu kesadaran, Diabetes merupakan ibu dari berbagai penyakit,” jelas Abi Nisaka, Head of Corporate Sustainability Kalbe dalam keterangan resmi, Kamis, 30 Juli 2026.
Hingga Juli 2026, Kalbe telah melangsungkan edukasi dan deteksi dini diabetes kepada berbagai lapisan masyarakat, termasuk di wilayah tertinggal seperti Tapanuli, Sumatera Utara, Pandeglang, Banten; Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Semarang, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kendari, Sulawesi Tenggara hingga Kabupaten Ngada, NTT.
Dalam menjalankan upaya ini, Kalbe turut membangun kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan, seperti: akademisi, Tentara Nasional Indonesia (TNI), pemerintah daerah serta unsur masyarakat lainnya.
“Mitra dalam kegiatan DTS menyambut dengan amat baik kolaborasi dengan Kalbe. Melalui jalinan kolaborasi yang terjalin, kami mampu meningkatkan jangkauan masyarakat guna meningkatkan kesadaran bahaya diabetes,” tambah Abi.
Menutup pernyataannya, Abi juga menegaskan perlunya peningkatan kesehatan untuk mencapai kehidupan yang lebih keberlanjutan.
“Karena kesehatan merupakan aspek utama pertumbuhan yang berkelanjutan. Ini sejalan dengan misi Kalbe, meningkatkan kesehatan untuk kehidupan yang lebih baik,” tutup Abi.