Cabor Ini akan Jadi Lumbung Emas Kontingen Jakarta saat Jadi Kota Penyangga PON XXII 2028

Cabor Ini akan Jadi Lumbung Emas Kontingen Jakarta saat Jadi Kota Penyangga PON XXII 2028

Suasana diskusi Optimalisasi Jakarta sebagai Kota Penyangga PON XXII NTB-NTT yang digelar Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Jaya bersama KONI DKI Jakarta di Gedung KONI DKI Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026. Tampil sebagai pembicara di antaranya Ketua KONI DK--Dok Siwo PWI Jaya

JAKARTA, Weradio.co.id - Dari 17 cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingan di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 di JAKARTA, ada beberapa cabor yang menjadi andalan kontingen Ibu Kota untuk mendulang medali emas. KONI DKI JAKARTA juga sudah berencana menggelar training camp atau kamp pelatihan tahun depan.

Dari total 67 cabor yang akan dipertandingkan, 17 di antaranya akan berlangsung di Jakarta, yakni akuatik, anggar, senam, menembak, balap sepeda, berkuda equastrian, basebal, tenis, squash, gulat, ice skating, skateboard, sepatu roda, boling, dayung, drumband, dan hoki.

Ketua Umum DKI Jakarta Prof Dr Hidayat Humaid mengatakan, dari 17 cabor yang akan berlangsung di Jakarta ada beberapa yang akan menjadi lumbung medali emas bagi  kontingen Ibu Kota.

"Kami di antaranya mengandalkan cabang akuatik, anggar, senam, dan bisbol. Di tenis kami juga punya peluang, meskipun Jakarta bukan unggulan," kata Hidayat Humaid usai menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk Optimalisasi Jakarta sebagai Kota Penyangga PON XXII NTB-NTT yang digelar Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Jaya bersama KONI DKI Jakarta di Gedung KONI DKI Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026.

BACA JUGA:Waspada Bahaya Diabetes, Kalbe Terus Gencarkan Ekosistem Diabetes Total Solution

Seperti diberitakan Weradio.co.id sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, telah menerbitkan surat keputusan ((SK) terkait penyelenggaraan kompetisi olahraga multievent terbesar di Indonesia tersebut.

SK tersebut menyatakan bahwa NTB akan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) dan juga Pemprov DKI Jakarta dalam pembagian teknis penyelenggaraan dan sharing anggaran.

"Sebagai kota penyangga, DKI Jakarta tidak dalam kapasitas menentukan kami akan menjadi tuan rumah cabor apa saja," kata Hidayat Humaid. "Kami menggelar 17 cabor yang tidak bisa dipertandingkan di NTT/NTB."

"Tetapi kami sudah sepakat bahwa kami tetap harus sukses penyelenggaraan, prestasi, administrasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Tupoksi KONI Jakarta adalah mempersiapkan atlet untuk ikut PON dan merebut juara umum," tegasnya.

BACA JUGA:Ancol Points Tebar Hadiah, Mobil Listrik Jadi Grand Prize yang Dinanti

Untuk mencapai target tersebut KONI Jakarta sudah dan akan menjalankan program-program pendukungnya.

Program yang sudah dilakukan di antaranya menggelar pemusatan latihan daerah atau pelatda sejak bulan April tahun lalu. Juga mengikuti berbagai kejuaraan di mana mereka jadi juara umum, yakni Popnas dan PON Bela Diri.

 "Tahun depan, programnya akan ada kamp pelatihan. Atlet-atlet tidak lagi pulang ke rumah setelah latihan. Kalau sekarang mereka masih pulang ke rumah," kata Hidayat Humaid. 

"Mungkin belum bisa seluruhnya ikut kamp pelatihan, tapi, minimal, atlet-atlet yang diproyeksikan mendapat medali, terutama medali emas. Harapannya kamp pelatihan tersebut berlangsung sampai pelaksanaan PON 2028, " tambahnya.