Lima Strategi Gen Z dan Profesional Senior untuk Menang Bersama di Era Kecerdasan Buatan
Ilustrasi: Kolaborasi antara Gen Z dan profesional senior di dalam dunia pekerjaan. --Shutterstock
Dudi merangkum pendekatan ini dalam kerangka “5B”:
Build – kembangkan talent internal terlebih dahulu
Buy – rekrut dari luar bila skill kritis belum ada di dalam
Borrow – manfaatkan gig worker atau outsourcing bila relevan
Bridging – rotasi dan redeploy talent lintas fungsi dan peran
Bot – otomasi pekerjaan menggunakan teknologi di area yang tepat
Inti untuk perusahaan: Workforce yang tangguh itu multi-generasi dan multi-jalur. Pertanyaannya bukan “pilih Gen Z atau senior?”, melainkan “bagaimana kita menerapkan kerangka 5B secara strategis agar mereka saling melengkapi?”.
“Teknologi dan AI akan terus mengubah cara kita bekerja, tapi yang tidak berubah adalah nilai dari manusia yang mau belajar dan mau berkolaborasi," kata Dudi dalam siaran pers yang diterima Weradio.co.id.
Dia menambahkan, "Bagi saya, kuncinya bukan memilih antara talenta muda atau senior, tapi bagaimana HR dan leaders menggabungkan energi Gen Z dengan kebijaksanaan generasi sebelumnya."
"Kalau kita berhenti mencari kesalahan, lalu mulai membantu dan serius membangun kompetensi – terutama kemampuan mengambil keputusan dan beradaptasi – saya yakin perusahaan di Indonesia bukan hanya bisa bertahan, tapi justru naik kelas di era AI ini,” tutup Dudi Arisandi.
Power Talks
Sementara itu, podcast Power Talks diproduksi oleh Jobstreet by SEEK dan mengulas transformasi HR, akselerasi karier, dan masa depan dunia kerja di Indonesia melalui kisah nyata, opini lugas, dan insight yang bisa langsung dipraktikkan dari para pemimpin C-level.
Power Talks menghadirkan narasumber para profesional dan ahli di bidang rekrutmen dan SDM dari perusahaan-perusahaan ternama di Indonesia.