Manchester City Terus Tingkatkan Tekanan terhadap Arsenal, tapi Pep Guardiola Malah Fokus Dulu ke Chelsea
Antoine Semenyo memicu kebangkitan performa Manchester City untuk menjaga mereka tetap dalam persaingan perebutan gelar Liga Inggris 2025-2026. --Instagram Manchester City
JAKARTA, Weradio.co.id - Manchester City atau Man City terus menjaga peluang juara sekaligus meningkattkan tekanan terhadap pesaing utama mereka, Arsenal, dalam perburuan gelar juara Liga Inggris 2025-2026. Tapi Pep Guardiola sekarang mengalihkan fokusnya ke klub London lainnya, Chelsea.
Tiga gol, dari Antoine Semenyo, Omar Marmoush, dan Savinho, memastikan kemenangan Man City atas Crystal Palace pada pertandingan pekan ke-36 Liga I ggris 2025-2026 di Stadion Etihad, Manchester, Kamis, 14 Mei 2026.
Ketika kompetisi Liga Inggris musim ini hanya tinggal menyisakan dua pertandingan, Arsenal tetap menjadi favorit utama untuk menjadi juara. Maklum, klub London Utara ini masih menempati posisi pertama dengan keunggulan dua poin atas Man City.
Namun, masih ada enam poin untuk diperebutkan. Bisa jadi dang pemenang baru bisa dipastikan pada hari terakhir kompetisi. Dengan kata lain, masih ada peluang bagi Man City untuk menyalip Arsenal di tikungan terakhir.
BACA JUGA:PGN Salurkan Layanan Kesehatan Anak Lewat Program Khitan Massal
The Cityzens - julukan Man City - masih memiliki pertandingan di Bournemouth pertengahan pekan depan dan pertandingan di kandang sendiri melawan Aston Villa di hari terakhir kompetisi. Di antara dua laga liga Man City tersebut Pelatih Pep Guardiola dan pasukannya akan memainkan final Piala FA melawan Chelsea di Stadion Wembley, Sabtu, 16 Mei 2026.
Sedangkan The Gunners - julukan Arsenal - masih memiliki pertandingan di kandang sendiri melawan Burnley pekan depan dan pertandingan terakhir di Crystal Palace. Pasukan Mikel Arteta juga akan memainkan final Liga Champions Eropa melawan juara bertahan Paris Saint-Germain pada 30 Mei mendatang.
Pelatih Manchester City Guardiola menggambarkan kemenangan atas Palace sebagai "pernyataan yang bagus" dan dia juga memuji kemampuan timnya untuk menembus "blok pertahanan rapat" dan tim Crystal Palace yang kuat secara fisik.
Guardiola juga menyoroti pentingnya melakukan beberapa perubahan pada susunan pemain inti untuk menjaga energi, dan mengatakan bahwa pemilihan tim "membuahkan hasil".
BACA JUGA:Film Mantra of Kahwa, Saat Kopi Sumatra Dikawinkan dengan Angin
Sekadar diketahui, untuk menghadapi Crystal Palace, Guardiola melakukan enam perubahan pada tim yang mengalahkan Brentford 3-0 tanggal 99 Mei lalu. Perjudian terbesar Guardiola adalah menyimpan mesin gol Man City, Erling Haaland, dan menggantikannya dengan Antoine Semenyo sebagai penyerang tengah. Pemain depan inti lainnya yang disimpan adalah Rayan Cherki dan Jeremy Doku.
Guardiola justru memberikan kesempatan kepada Phil Foden menjadi starter di lini tengah setelah gelandang Inggris ini cukup lama absen.
Dan, Foden membuktikan bahwa rumor tentang penurunan dan kejatuhannya sangat dibesar-besarkan, meskipun mungkin sudah terlambat untuk membujuk Pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel agar memberinya kesempatan di putaran final Piala Dunia 2026.
Aksi magis dari Foden yang mengirim Antoine Semenyo mencetak gol pembuka kemenangan Man City 13 menit sebelum jeda.