Film Mantra of Kahwa, Saat Kopi Sumatra Dikawinkan dengan Angin

Film Mantra of Kahwa, Saat Kopi Sumatra Dikawinkan dengan Angin

Pemutaran Film Mantra of Kahwa di JIEXPO-istimewa-

JAKARTA, Weradio.co.id - KAPPI (Yayasan Pendidikan Pengembangan Perkopian Indonesia) punya cara agar masyarakat mengenal kopi lebih dalam. Salah satunya lewat media film dokumenter "Mantra of Kahwa"

Film ini bergaya storytelling yang menampilkan kisah bagaimana para petani kopi di Sumatera mengembangkan hasil produk kopi mereka. Terungkap, ada cara unik yaitu dengan mengeluarkan mantra mantra atau doa yang sekilas mungkin tidak ada kaitannya. 

Dalam cuplikan film Mantra of Kahwa yang sempat diputar di More Food Expo di JIExpo Kemayoran, petani melafalkan mantra mengawinkan kopi dengan angin. 

"Tanah menjadi saksinya. Biasanya kalau kita ucapkan mantra, kopi tumbuh lebih bagus, " ucap salah satu petani . 

BACA JUGA:Kejutan Perbankan! OCBC Resmi Caplok Bisnis Ritel dan Wealth HSBC Indonesia, Nasabah Siap Pindah Tangan?

Mewakili KAPPI, Roby Wibisono menyampaikan pentingnya storytelling sebagai strategi untuk memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar global melalui pemutaran dan diskusi film dokumenter “Mantra of Kahwa”.

Film karya sutradara Budi Kurniawan ini menghadirkan kopi Sumatra sebagai lebih dari sekadar komoditas. 

Dengan pendekatan visual yang kontemplatif dan reflektif, “Mantra of Kahwa” mengusung gagasan bahwa kopi adalah “living, breathing mantra”—sebuah warisan budaya yang hidup dan terus membentuk relasi antara manusia, alam, dan tradisi.

BACA JUGA:PTPN I (Persero)-Kementerian PPN/Bappenas Teken Naskah Nota Kesepahaman

"Pemutaran ini menjadi bagian dari upaya KAPPI menghadirkan perspektif baru tentang kopi Indonesia, sekaligus membuka diskusi mengenai budaya yang diterjemahkan menjadi kekuatan diferensiasi di pasar global," kata Roby seperti rilis yang diterima Weradio. 

Dia menegaskan penggunaan medium film merupakan langkah strategis dalam membangun narasi kopi Indonesia. 

KAPPI bersama Budi Kurniawan mengembangkan rangkaian film dokumenter sebagai medium untuk mengedukasi konsumen sekaligus memperkenalkan kopi Indonesia. "Melalui film, berbagai cerita di balik secangkir kopi dapat disampaikan dengan cara yang lebih kuat dan menjangkau audiens yang lebih luas,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa pendekatan ini diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.

BACA JUGA:PGN Gandeng Zaliva Hadirkan Ruang Kreatif bagi Anak Disabilitas lewat Batik