Pep Guardiola tak Mau Gelar Pesta Juara dan Tertutup Mengenai Masa Depannya di Manchester City

Pep Guardiola tak Mau Gelar Pesta Juara dan Tertutup Mengenai Masa Depannya di Manchester City

Pelatih Manchester City Pep Guardiola belum mau menggelar pesta juara Piala FA. Guardiola ingin timnya langsung fokus ke Liga Inggris, di mana mereka sedang bersaing ketat dengan Arsenal dalam perebutan gelar. --Dok Independent.co.uk

JAKARTA, Weradio.co.id - Pep Guardiola menegaskan bahwa tim asuhannya, Manchester City, tidak akan menggelar pesta  untuk merayakan kemenangan 1-0 di final Piala FA atas Chelsea pada hari Sabtu lalu. Maklum, City masih bersaing ketat dengan Arsenal dalam perburuan gelar Liga Inggris.  Guardiola juga masih tertutup mengenai masa depannya.

Gol tumit Antoine Semenyo pada menit ke-72 memastikan City mengalahkan Chelsea di Stadion Wembley, sekaligus memberikan trofi kedua City musim ini setelah kemenangan Piala Carabao atas Arsenal pada bulan April.

Namun, dengan City akan bertandang ke Bournemouth untuk pertandingan menentukan di Liga Inggris pada hari Selasa, Guardiola menegaskan bahwa tidak akan ada pesta perayaan juara Piala FA. Mereka harus memastikan kemenangan di Bournemouth  untuk mempertahankan peluang juara liga.

“Sekarang di rumah – bahkan tidak satu bir pun,” tegas Guardiola sebagaimana dilansir Theguardian.com seperti dibaca Weradio.co.id. “Senin depan setelah Aston Villa, kami akan merayakannya bersama tim wanita. Klub mengatakan kepada saya bahwa (akan ada) parade di Manchester karena kami harus merayakannya bersama kedua tim."

BACA JUGA:Ini yang akan Dilakukan Xabi Alonso setelah Resmi Ditunjuk sebagai Pelatih Baru Chelsea

“Tidak ada waktu (untuk merayakan). Chelsea punya tujuh hari untuk mempersiapkan final, kami punya tiga hari dan kemarin (Jumat) adalah mimpi buruk. Kami menghabiskan enam jam dari kota ke sini," ungkapnya. "Kereta api agak bermasalah di negara ini."

Arsenal, yang akan menjamu Burnley pada hari Senin, memiliki 79 poin di puncak klasemen Liga Inggris. Klub London Utara ini unggul dua poin atas City, yang akan menjamu Villa pada hari Minggu terakhir, dengan Arsenal akan bertandang ke Crystal Palace.

Di tengah pertanyaan tentang apakah City dapat menyalip Arsenal untuk merebut gelar ketujuh di bawah kepemimpinan Guardiola, ada harapan yang semakin besar bahwa dia akan meninggalkan klub musim panas ini.

Ketika ditanya tentang masa depannya di Etihad Stadium, Guardiola memberikan jawaban yang samar. "Saat api mereda, maka kami akan pulang. Saya orang yang lucu," katanya. "Tahun ini saya benar-benar baik. Musim lalu adalah musim tersulit karena banyak alasan."

BACA JUGA:Isi Lengkap Pidato Viral Presiden Prabowo Sebut Orang Desa Tidak Pakai Dollar

Kemenangan hari Sabtu adalah trofi ke-20 dalam satu dekade kepemimpinan Guardiola, termasuk tiga Community Shield.

City kalah dalam dua final Piala FA terakhir dan Guardiola berbicara tentang peran wasit yang menentukan.

Dia mengatakan, "Saya merasa musim lalu melawan Palace dan dua musim sebelumnya melawan Manchester United bahwa kami lebih baik daripada hari ini, tetapi dalam pertandingan seperti ini marginnya sangat kecil." Keputusan selalu membuat perbedaan dan sekarang saya duduk di sini sebagai pemenang. Jika tidak, mungkin Calum (McFarlane, pelatih karteker Chelsea) yang akan menang," lanjutnya.


Para pemain Manchester City bergembira mengangkat trofi Piala FA setelah mengalahkan Chelsea 1-0 pada pertandingan final di Stadion Wembley, akhir pekan lalu City juga masih punya peluang juara di Liga Inggris. --Instagram Manchester City

Berita Terkait