Tiongkok Wajib Waspada! Raksasa Laut AS Resmi Meluncur ke Indo-Pasifik, Ada Apa?
Kapal induk bertenaga nuklir milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USS George Washington, resmi memulai operasi militer di kawasan Indo-Pasifik.-Weradio.co.id-Smith Collection/Gado/Getty Images/Forbes
YOKOSUKA, Weradio.co.id - Kapal induk bertenaga nuklir milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USS George Washington, resmi memulai operasi militer di kawasan Indo-Pasifik.
Indo-Pasifik adalah salah satu wilayah biogeografis bahari di dunia. Kawasan ini meliputi perairan bahari tropika di Samudra Hindia, Samudera Pasifik bagian barat dan tengah, serta laut-laut pedalaman di wilayah Indonesia dan Filipina.
Seperti dilansir Forbes yang dibaca Makansedap.id, Senin, 25 Mei 2026, kapal super (supercarrier) kelas Nimitz tersebut bertolak dari Pangkalan Angkatan Laut AS di Yokosuka, Jepang, Sabtu 23 Mei 2026, waktu setempat.
Keberangkatan kapal perang raksasa ini berlangsung tanpa upacara besar ataupun publikasi yang mencolok.
Kendati demikian, pengerahan tersebut menandai dimulainya misi operasional utama pertama bagi USS George Washington di wilayah Indo-Pasifik setelah menyelesaikan proses pengisian bahan bakar tingkat menengah dan perbaikan menyeluruh (refueling and complex overhaul/RCOH).
Perbaikan besar tersebut mencakup pemutakhiran sistem tempur, sistem penggerak, hingga peningkatan kapabilitas armada pesawat terbang.
USS George Washington kini menjadi elemen pemukul utama dalam Gugus Tempur Kapal Induk 5 (Carrier Strike Group 5).
Unit tempur ini diperkuat oleh sejumlah kapal penjelajah dan kapal perusak berpeluru kendali. Selain itu, kapal induk ini mengangkut sekitar 70 unit pesawat, termasuk jet tempur F/A-18 Hornet, pesawat peperangan elektronik, serta beberapa helikopter operasional.
BACA JUGA:Kedubes Iran Sebut Serangan AS dan Israel Bunuh Lebih dari 200 Anak
Otoritas militer Amerika Serikat belum bersedia mengungkap rencana operasi secara mendetail.
Namun, kehadiran gugus tempur ini diproyeksikan untuk mendukung berbagai latihan militer bersama sekaligus memperkuat misi penangkalan (deterrence) demi menjaga stabilitas kawasan.
Langkah strategis Pentagon ini diprediksi akan menarik perhatian pasar global, terutama terkait dengan dinamika risiko geopolitik dan anggaran pertahanan di wilayah Asia-Pasifik.
Pengamat menilai kehadiran kekuatan laut AS ini juga menjadi pesan kesiapan di tengah ekspansi armada kapal induk Tiongkok yang terus berkembang pesat di kawasan yang sama.