Lawan Kebisingan di Ruang Digital, Uskup Didik Ajak Pegiat Komunikasi Masuk 'Ruang Hening'

Lawan Kebisingan di Ruang Digital, Uskup Didik Ajak Pegiat Komunikasi Masuk 'Ruang Hening'

Ketua Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr Agustinus Tri Budi Utomo (Mgr Didik). -Weradio.co.id-Komsos KAP

Influencer lokal yang telah melanglang buana ke sejumlah negara, F. Deliana Winki atau Delly Sape, mengatakan, justru ciri khas diri yang asli yang harus ditampilkan, bukan realitas palsu.

Dia mencontohkan dirinya, seorang gadis muda pemain sape, alat musik petik tradisional Dayak, membranding diri dengan identitas budaya lokal.

BACA JUGA:G-Reflex, Tradisi Ilmiah Gonzaga yang Berbasis Paradigma Pedagogi Ignasian

Sape menjadi pilihan karena alat musik itu mewakili 'suara hutan' yang lekat dengan komunitas masyarakat Dayak.

“Andalkan Tuhan dalam setiap usaha. Aku bisa sampai ke Vatikan karena berkat Tuhan. Setiap pribadi itu unik,” ujar Delly Sape.

Penjaga Keluarga

Di talkshow khusus Bapak-Bapak Katolik, tampil artis senior Lisa A Riyanto, selain dua pembicara perempuan lainnya.

Lisa mengingatkan pentingnya peran kaum bapak menjaga keharmonisan keluarga di tengah pesatnya AI.

BACA JUGA:Peristiwa Bersejarah, Indonesia Tampil Perdana di Pameran 100 Gua Natal di Vatikan

Dia mengatakan, teknologi seharusnya menjadi sarana untuk mendekatkan anggota keluarga, bukan justru menjauhkan hubungan yang sudah dekat..

“Kebiasaan sederhana seperti makan bersama, saling mengabari melalui grup keluarga di WhatsApp saat berjauhan, dan meluangkan waktu untuk berbincang secara langsung sebagai cara menjaga kehangatan dalam keluarga,” ujar penembang lagu lawas Terserah Kasih ini.

Lisa punya tips bagi kaum bapak, agar keluarga tetap harmonis di tengah berisiknya AI. Memperbanyak komunikasi tatap muka jangan sampai terlewat di tengah kenyataan hampir semua orang memiliki gawai.

“Komunikasi yang hanya melalui media sosial kerap memunculkan salah paham, karena perbedaan nada bicara maupun penafsiran bahasa. Interaksi langsung kunci utama kehangatan dalam keluarga,” ujar Lisa.

BACA JUGA:Sinyal Perubahan Vatikan, Paus Leo Kembalikan Tradisi Klasik dan Rombak Jabatan Penting

Tak hanya itu, Lisa menganjurkan kaum Bapak tidak melupakan permainan tradisional untuk menghangatkan relasi orangtua dan anak.