Lawan Kebisingan di Ruang Digital, Uskup Didik Ajak Pegiat Komunikasi Masuk 'Ruang Hening'
Ketua Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr Agustinus Tri Budi Utomo (Mgr Didik). -Weradio.co.id-Komsos KAP
PONTIANAK, Weradio.co.id – Teknologi komunikasi, internet, hingga kecerdasan buatan (AI) bergerak sangat cepat dan jadi realitas keseharian.
Ketua Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr Agustinus Tri Budi Utomo atau Mgr Didik, menegaskan, Gereja Katolik sama sekali tidak menolak kemajuan itu.
Dia mengingatkan, pemanfaatan teknologi komunikasi tidak sekadar alat teknis, melainkan sarana menghadirkan wajah dan suara Allah yang penuh kasih.
Pegiat komunikasi harus aktif menghadirkan wajah kasih Allah di ruang digital.
BACA JUGA:Kekayaan Budaya Kalbar Sambut Peserta PKSN XIII 2026 di Pontianak
“Pesan Paus Leo IV, komunikasi harus menjadi sarana pewartaan kasih, kebenaran, dan persaudaraan. Dunia digital sering menghadirkan kebisingan, sarana kebencian, dan ruang manipulatif. Jangan hanya jadi pengguna, tetapi teknologi harus menghadirkan wajah kasih Allah bagi dunia,” kata Mgr Didik dalam keterangan resmi yang dibaca Weradio.co.id, Rabu, 27 Mei 2026.
Penegasan itu dia sampaikan pada Perayaan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) XIII yang digelar di Pontianak. Keuskupan Agung Pontianak menjadi tuan rumah 'gawe nasional' yang berlangsung 26-31 Mei 2026.
PKSN merupakan bagian integral dari peringatan Hari Komunikasi Sosial Sedunia Ke-60, sebagai momentum strategis Gereja Katolik Indonesia merespons tantangan etis di era digital.
Memadukan refleksi iman, kajian akademis, dan kekayaan budaya nusantara.
BACA JUGA:Tuan Rumah PKSN XIII 2026, Keuskupan Agung Pontianak Gaungkan Misi Menjaga Suara dan Wajah Manusia
Persaudaraan dalam Keberagaman
Semangat persaudaraan itu sangat terasa sejak Misa Pembukaan PKSN XIII di Katedral Santo Yosef, pada pagi hari. Sebelum misa dimulai, kehangatan relasi multikultur terpancar melalui tarian Jai khas Flores, mengiringi Mgr Didik dan Uskup Agung Emeritus Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, serta sejumlah pastor konselebran, melintasi lorong menuju pintu Katedral.
Keberagaman yang harmonis terasa kental saat perarakan mencapai tangga Katedral, saat tarian etnik Dayak menyambut mereka.
Ratusan peserta PKSN dari keuskupan seluruh Indonesia, menghadiri misa itu.