Lima Pelajaran Kepemimpinan yang Relevan bagi Perusahaan untuk Mengelola Tim dan Budaya di Era Global

Lima Pelajaran Kepemimpinan yang Relevan bagi Perusahaan untuk Mengelola Tim dan Budaya di Era Global

Ilustrasi: Seorang pemimpin perusahaan di antaranya harus mampu menjembatani perbedaan budaya dan memastikan tim bertarung melawan kompetitor, bukan sesama rekan kerja. --Shutterstock

Pendekatan ini dapat membantu organisasi mendorong inovasi sekaligus membangun rasa kepemilikan yang lebih kuat.

4. HR perlu diposisikan sebagai business leader, bukan hanya fungsi administratif

Dalam pandangan Widyo, peran HR tidak lagi cukup jika hanya berfokus pada administrasi atau operasional SDM.

BACA JUGA:Cari Cuan Baru, Miliarder Thailand Nekat Lepas Aset Properti Eropa Senilai Rp 5,5 Triliun

HR perlu hadir sebagai business leader yang memahami strategi perusahaan, mengelola organisasi, menyiapkan talenta, dan membangun budaya kerja yang mendukung keberlanjutan bisnis.

Pergeseran cara pandang ini menjadi semakin penting ketika perusahaan menghadapi perubahan yang cepat dan kompleks.

5. Empati tetap menjadi fondasi penting saat organisasi menghadapi masa transisi

Di tengah tekanan bisnis dan perubahan organisasi, Widyo menekankan bahwa keputusan sulit tetap perlu dijalankan dengan empati.

BACA JUGA:Tangis Pecah di Rumah Sakit, Jessie J Bawa Kabar Mengejutkan soal Kanker Payudara yang Diidapnya

Bagi pemimpin HR, menjaga martabat, komunikasi, dan kemanusiaan dalam setiap proses transisi menjadi hal yang tidak kalah penting dari aspek bisnis itu sendiri.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan yang kuat bukan hanya soal ketegasan, tetapi juga soal kemampuan memanusiakan orang dalam situasi yang tidak mudah.

Widyo mengatakan, “Buat saya, kepemimpinan hari ini bukan hanya soal mengarahkan tim untuk mencapai target, tetapi juga bagaimana kita membangun titik temu di tengah perbedaan budaya, generasi, dan cara kerja."

"Pemimpin perlu memastikan energi organisasi tetap fokus ke luar, ke tantangan bisnis dan kompetitor, sambil tetap menjaga empati terhadap orang-orang di dalamnya,” tambah Widyo.

BACA JUGA:Magnifica Humanitas, Ensiklik Pertama Paus Leo XIV tentang Melindungi Pribadi Manusia di Zaman Kecerdasan

Sedangkan Head of Country Marketing Jobstreet by SEEK Indonesia Sawitri mengatakan , tantangan kepemimpinan saat ini semakin kompleks dan menuntut perspektif yang lebih strategis dari fungsi HR.