Hindari Jebakan 'Menara Gading', Bangun Jejaring Meluaskan Kabar Baik
Review konten podcast produksi peserta PKSN XIII di Pontianak.-Weradio.co.id-Komsos KAP
BACA JUGA:Bahasa Indonesia Resmi Jadi Bahasa Ke-57 di Media Resmi Vatikan
Sementara di kategori video pendek, Samuel Krismanto mengajak peserta lebih memahami karakter film dokumenter. Dokumenter bukan hanya menampilkan informasi, tetapi harus mampu menggali konflik, nilai, atau makna yang lebih dalam dari sebuah peristiwa.
Dia menilai video hasil praktik peserta masih berada pada ranah berita informatif atau video profil. Belum menghadirkan sudut pandang yang kuat, termasuk alur yang jelas.
“Buatlah gambar yang bercerita, bukan cerita yang diberi gambar,” tegas Samuel.
Tahap Pemula
Sebagian besar peserta pelatihan mengaku baru di tahap pemula memproduksi konten yang 'serius' seperti ini. Mereka cenderung terbiasa membuat konten sesuai tren media sosial yang kerap tanpa konsep dan hanya mengikuti viralitas.
BACA JUGA:Sinyal Perubahan Vatikan, Paus Leo Kembalikan Tradisi Klasik dan Rombak Jabatan Penting
Peserta kelas podcast, Robert, mendapat pemahaman, keberhasilan produksi konten tidak hanya ditentukan oleh daftar pertanyaan yang disiapkan. Tim harus menemukan host yang mampu membangun percakapan yang mengalir.
“Pelajaran paling berharga bagi saya adalah mengubah wawancara yang kaku menjadi percakapan yang natural. Kemampuan host dan kenyamanan narasumber sangat menentukan kualitas,” ujar Robert.
Peserta kelas video pendek, Brigita Alma, menyadari kreatif saja tidak cukup, jika tanpa kemampuan menarik perhatian penonton dan kemampuan mengemas pesan secara jelas dalam konten.
“Harus ada keterkaitan antara alur cerita, visual, dan pesan yang ingin kami sampaikan. Review dari mentor membuat kami melihat bagian-bagian yang masih kurang nyambung berkesinambung dalam video produksi kami,” tutur Brigita.