Lawan Tim yang Peringkatnya di Bawah Indonesia, Cristiano Ronaldo Tidak Dapat Dukungan yang Dia Butuhkan
Cristiano Ronaldo menunjukkan ekspresi kecewa ketika dia gagal memanfaatkan peluang Portugal saat ditahan imbang Kongo 1-1 di penyisihan Grup K Piala Dunia 2026, Kamis, 18 Juni 2026. --Dok Soccerway
Sebagai salah satu favorit pra-turnamen, Portugal unggul dalam enam menit pertama melalui sundulan Joao Neves tetapi tidak pernah menemukan ritme mereka, meskipun menguasai hampir 70 persen bola dan tim yang bertabur nama besar tampak kurang bersemangat, termasuk Cristiano Ronaldo.
Republik Demokratik Kongo yang bersinar di Piala Dunia pertama mereka sejak 1974, menahan tekanan dan menyamakan kedudukan di waktu tambahan babak pertama ketika Yoane Wissa yang tidak terkawal menyundul bola hasil umpan silang, memicu suasana meriah di NRG Stadium.
BACA JUGA:77 Ribu Calon Murid Tak Diterima di Sekolah Negeri, Ini Solusi Disdik Jawa Barat
Keunggulan kontraproduktif
Martinez mengatakan timnya memulai dengan baik tetapi keunggulan awal ternyata menjadi kontraproduktif, dengan timnya memainkan sepak bola penguasaan bola tanpa hasil dan menunjukkan rasa takut kalah alih-alih mencoba memenanginya.
"Kami mencetak gol pada saat di mana biasanya emosi sangat membantu untuk melanjutkan momentum itu dan mencoba mencetak gol kedua, tetapi justru efeknya sebaliknya bagi kami," katanya.
"Kami mencoba untuk tetap menguasai bola, kami tidak bisa masuk ke kotak penalti dan kami memberi kesempatan kepada Kongo untuk mengatur ulang dan melancarkan serangan balik."
"Tetapi kami juga harus belajar bahwa gaya sepak bola kami dan tanggung jawab kami sebenarnya adalah untuk mencapai level tertinggi yang mungkin," tambahnya.
BACA JUGA:Dulu Benteng Pertahanan, Kini Pantai Kenjeran Menjelma Jadi Pusat Hiburan Modern
Martinez memuji Kongo, yang menurutnya memiliki rencana permainan yang bagus dan bermain seperti berada di final besar.
"Mereka tampil intens dan percaya diri. Mereka bermain seperti di final besar dalam turnamen besar dan itu menunjukkan kepribadian yang luar biasa," katanya. "Kami tahu bahwa Kongo mampu melakukan itu. Itu bukan kejutan."
Sementara Joao Neves mengakui perasaannya campur aduk setelah melakukan debutnya di Piala Dunia. "Ini adalah pertandingan Piala Dunia pertama saya dan saya senang dengan penampilan saya," katanya.
"Namun, seperti yang selalu saya katakan, yang terpenting adalah tim. Ada beberapa hal yang perlu kami tingkatkan. Yang benar-benar kami butuhkan adalah kemenangan. Skuad ini bersatu dan bertekad untuk menjadi lebih baik," tambah gelandang klub Benfica tersebut.
BACA JUGA:Komnas Perlindungan Anak DKI Janji Kawal Proses Hukum Bocah 6 Tahun Korban Perundungan
Portugal selanjutnya beraksi melawan Uzbekistan di Houston pada hari Selasa pekan depan, sebelum mereka menghadapi Kolombia dalam pertandingan terakhir Grup K di Miami pada 27 Juni.