David Lawan Goliath saat Cape Verde Tantang Argentina-nya Messi dalam Perebutan Tiket 16 Besar Piala Dunia

David Lawan Goliath saat Cape Verde Tantang Argentina-nya Messi dalam Perebutan Tiket 16 Besar Piala Dunia

Lionel Messi dan Argentina diunggulkan memenangi duel melawan Cape Verde pada pertandingan babak 32 besar Piala Dunia di Dallas, Amerika Serikat, Sabtu pagi, 4 Juli 2026. --Dok Soccerway

JAKARTA, Weradio.co.id - Pertemuan klasik David versus Goliath akan menjadi pusat perhatian di Piala Dunia pada hari Sabtu pagi, 4 Juli 2026, tatkala debutan peringkat 64 dunia Cape Verde menghadapi peringkat kedua Argentina dan Lionel Messi-nya dengan pertaruhan satu tempat di babak 16 besar Piala Dunia edisi ke-23

Cape Verde, negara terkecil yang pernah mencapai babak sistem gugur Piala Dunia, menghadapi sang juara bertahan di Miami dengan impian untuk melakukan kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia.

Kesebelasan dari negara kepulauan kecil di Samudra Atlantik tersebut sudah menjadi salah satu kisah dongeng dari turnamen yang diperluas dengan 48 tim tahun ini, mengacaukan ekspektasi dengan meraih hasil imbang melawan Spanyol sebelum melaju ke babak 32 besar dengan mengungguli rival Grup H Uruguay dan Arab Saudi.

Argentina, yang lolos ke babak sistem gugur berkat bantuan enam gol kapten Messi, diperkirakan akan menyingkirkan tim kualifikasi Afrika itu untuk selangkah lebih dekat menuju impian mereka meraih gelar Piala Dunia dua kali berturut-turut atau back to back.

BACA JUGA:Sidang Perdana dr. Tifa Jadi Awal Proses Hukum, Disertasi Menanti

Namun Cape Verde menegaskan mereka tidak akan terkejut dengan kesempatan tersebut dan prospek berbagi lapangan dengan juara bertahan dunia dan pemenang Ballon D'Or delapan kali Messi.

“Kami tenang karena kami mendapatkan tempat kami di sini berdasarkan prestasi dan tidak ada yang perlu terlalu ditakutkan atau dikhawatirkan,” kata Pelatih Cape Verde, Bubista, sebagaimana dilansir Yahoo Sports seperti dibaca Weradio.co.id.


Dailon Livramento dari Cape Verde selebrasi setelah pertandingan grup terakhir mereka saat mereka lolos ke babak sistem gugur Piala Dunia. --Dok Al Jazeera

"Kami tahu pentingnya pertandingan ke depan. Ini adalah pertandingan hidup kami, namun kami akan menikmatinya dan memberikan yang terbaik. Tidak ada pemikiran lain di benak kami selain berusaha melewati babak ini," ujar pelatih berusia 56 tahun tersebut.

Gelandang asal Cape Verde kelahiran Belanda, Deroy Duarte, juga tidak merasa terkejut, dan mengatakan tim kecil  berjulukan Tubarões Azuis alias Hiu Biru tersebut akan menikmati kesempatan untuk membuat sejarah.

BACA JUGA:Ronaldo dan Portugal akan Bertemu Spanyol di Babak 16 Besar karena Drama VAR Batalkan Gol Penyeimbang Kroasia

“Semuanya adalah sebuah kehormatan dan hadiah, dan kami melihat Argentina sebagai pertandingan seperti ini – sebuah kesempatan lain untuk membuat sejarah,” kata Duarte.

"Jadi mengapa tidak? Kami akan memberikan segalanya dan kemudian pada akhir pertandingan kita lihat saja nanti," tukas Duarte.

Tidak kebetulan