Anugerah Jurnalistik M.H. Thamrin - PWI Jaya Resmi Digelar di Balai Agung, 7 September 2026
Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo (kiri) dan Gubernur DKi Jakarta, Pramono Anung siap menghadiri Anugerah Jurnalistik Muhamnad Hoesni Thamrin (MHT) - PWI Jaya, Senin, 7 September 2026, pukul 15.00 WIB, di Balai Agung, Balai Kota Pemerintah Provinsi DKI.-Weradio.co.id-PWI Jaya
BACA JUGA:Kolaborasi PWI Jaya dan Sektor Perbankan, MHT 2026 Hadirkan Kategori Khusus Bank Jakarta
Lebih dari 900 karya jurnalistik mengikuti ajang ini, baik dalam kategori utama maupun kategori khusus.
Jumlah tersebut menunjukkan bahwa MHT tetap memiliki posisi penting sebagai salah satu ajang apresiasi jurnalistik di Jakarta.
Pada saat yang sama, besarnya jumlah peserta menjadi tanggung jawab bagi penyelenggara untuk memastikan seluruh proses penilaian berlangsung secara profesional, objektif, dan berintegritas.
Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo, menegaskan bahwa MHT bukan sekadar kompetisi untuk menentukan pemenang.
BACA JUGA:Menyongsong 5 Abad Jakarta, MHT 2026 Jadi Ruang Refleksi dan Dokumentasi Perjalanan Ibu Kota
“Yang kita apresiasi bukan hanya siapa yang menang, tetapi juga bagaimana karya-karya jurnalistik mampu merekam, mengkritisi, dan memberikan perspektif terhadap berbagai persoalan dan perkembangan Jakarta,” ujar Kesit.
Menurut Kesit, MHT juga harus menjadi ruang untuk memberikan penghormatan kepada para jurnalis yang bekerja dengan profesionalisme, independensi, dan tanggung jawab.
“Kita ingin MHT 2026 menjadi perayaan bagi jurnalisme Jakarta sekaligus penghormatan kepada para jurnalis yang bekerja dengan profesionalisme, independensi, dan tanggung jawab,” katanya.
Tujuh Kategori Utama
MHT 2026 mempertandingkan tujuh kategori utama, yakni Tajuk Rencana, Foto Jurnalistik, Karya Jurnalistik Teks, TV Terestrial, TV Streaming, Infografis, dan Radio.
BACA JUGA:MHT Awards 2026, Ketika Ratusan Karya Bertemu dalam Semangat Jurnalisme Berkualitas
Selain kategori utama, tahun ini juga terdapat dua kategori khusus yang memiliki keterkaitan kuat dengan momentum lima abad Jakarta dan pembangunan ekonomi daerah.
Kategori khusus pertama adalah Menyongsong 5 Abad Jakarta, yang mengangkat tema sejarah, transformasi, identitas, pembangunan, inovasi, dan berbagai persoalan Jakarta dalam perjalanan menuju usia 500 tahun.
Kategori khusus kedua adalah Literasi Bank Jakarta, yang mendorong karya jurnalistik mengenai literasi dan inklusi keuangan, digitalisasi perbankan, serta kontribusi sektor perbankan terhadap penguatan UMKM dan perekonomian Jakarta.