Spoiler Hasut, Rere Tak Pernah Kerasukan, Penonton Dibuat Ikut Terhasut

Spoiler Hasut, Rere Tak Pernah Kerasukan, Penonton Dibuat Ikut Terhasut

Setelah beberapa hari tayang di bioskop, film horor misteri Hasut melahirkan beragam teori dari penonton.-Weradio.co.id -Hasut

JAKARTA, Weradio.co.id - Setelah beberapa hari tayang di bioskop, film horor misteri Hasut melahirkan beragam teori dari penonton.

 

Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah apakah Rere, karakter yang diperankan Rachel Amanda, benar-benar mengalami kerasukan.

Sutradara dan penulis Hasut, Ilya Sigma, akhirnya memberikan jawaban tegas, yaitu Rere tidak pernah kerasukan.

“Rere tidak pernah kerasukan. Kalau diperhatikan, HT milik Rere sudah terjatuh ketika ia berlari. Suara-suara yang muncul sesudahnya juga tidak pernah benar-benar memanggil nama mereka,” ungkap Ilya.

BACA JUGA:Tak Puas dengan Nolan, Elon Musk Siap Kucurkan Rp 1,6 T ke Mel Gibson untuk Garap Ulang Film The Odyssey

Menurut Ilya, para karakter segera menghubungkan suara yang terputus-putus itu dengan orang yang paling mereka takutkan atau curigai. Informasi yang mereka terima tidak pernah utuh, tetapi luka dan ketakutan masing-masing membuat mereka merasa telah mengetahui kebenarannya.

“Yang benar-benar terjadi sebenarnya lebih sedikit daripada yang disimpulkan para karakter. Mereka mendengar suara, lalu mengisi bagian yang hilang dengan ketakutan sendiri. Penonton sengaja ditempatkan dalam posisi yang sama,” jelasnya.

Inilah alasan Hasut menggunakan sudut pandang yang berubah-ubah. Setiap karakter membawa luka, ingatan, dan versinya sendiri.

Penonton tidak langsung diberikan satu sudut pandang yang sepenuhnya dapat dipercaya.

BACA JUGA:Ini Daftar Film Raksasa Hollywood yang Resmi Tayang di Netflix September 2026

Ilya menegaskan bahwa kebingungan tersebut bukan dimaksudkan untuk menguji apakah penonton cukup pintar memahami film.

Hasut justru mengajak penonton memisahkan tiga hal, apa yang benar-benar terlihat, apa yang diasumsikan karakter, dan apa yang akhirnya mereka percaya.

“Buatku pertanyaan film ini bukan hanya siapa yang berada di balik suara itu. Pertanyaannya adalah mengapa kita begitu cepat mempercayai suara yang paling sesuai dengan luka dan ketakutan kita,” tambah Ilya.

Cara kerja suara di dalam Hasut juga terasa dekat dengan situasi hari ini. Masyarakat setiap hari menerima potongan video, rekaman suara, pesan berantai, dan cerita sepihak.

Berita Terkait