Mengintegrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim

Mengintegrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim

Melalui kombinasi regulasi yang tegas, penyediaan infrastruktur yang terintegrasi, serta skema pendanaan yang berkelanjutan, kehadiran transportasi umum di kawasan permukiman bukan lagi sebatas pilihan, melainkan sebuah kebutuhan dasar.-Weradio.co.id-Djoko Setijowarno

BACA JUGA:Kebijakan Salah Arah Insentif Rp 500 Miliar: Motor Listrik Diistimewakan, Angkutan Umum Dianaktirikan

Kedua, efisiensi efek jaringan. Integrasi armada pengumpan (feeder) dari kawasan perumahan menuju koridor utama, seperti Trans Jabodetabek, LRT Jabodebek, atau KRL, membuat seluruh sistem angkutan umum bekerja lebih optimal sekaligus meningkatkan angka keterangkutan (ridership).

Ketiga, Peningkatan Aksesibilitas dan Kesetaraan Mobilitas. Tidak semua penghuni perumahan memiliki atau dapat mengendarai kendaraan pribadi, khususnya anak-anak, lansia, dan kelompok disabilitas.

Transportasi umum hadir untuk menjamin hak mobilitas bagi seluruh lapisan warga kawasan tersebut.

Keempat, penekanan beban biaya transportasi rumah tangga. Penggunaan kendaraan pribadi secara terus-menerus menguras porsi signifikan dari pendapatan harian untuk BBM, perawatan, dan tol.

BACA JUGA:Indonesia Darurat Keselamatan Transportasi Jalan

Kehadiran angkutan umum yang andal secara langsung membantu menekan belanja transportasi bulanan keluarga. Dan kelima, pengurangan kemacetan di akses utama perumahan.

Penumpukan kendaraan pribadi pada jam sibuk pagi dan sore hari di jalan keluar kawasan perumahan dapat terurai apabila sebagian besar warga memilih menggunakan angkutan umum langsung dari permukiman mereka.

Oleh karena itu, perencanaan kawasan perumahan sejak awal idealnya wajib memuat penyediaan prasarana jalan yang memadai untuk lintasan angkutan umum, lengkap dengan fasilitas perhentian yang aman dan nyaman bagi warga.

Tanpa Fasilitas Transportasi Umum

Absennya fasilitas angkutan umum di kawasan perumahan berdampak langsung pada biaya hidup, aksesibilitas, dan kualitas lingkungan.

BACA JUGA:Antisipasi Kenaikan Harga BBM Tahun 2027

Kondisi ini memicu berbagai dampak negatif, salah satunya memaksa warga membeli dan merawat kendaraan pribadi.

Akibatnya, porsi pendapatan bulanan mereka tergerus signifikan untuk menutup biaya cicilan, BBM, asuransi, hingga perawatan rutin.

Kebutuhan mobilitas harian, seperti bekerja, bersekolah, dan berbelanja, menjadi bergantung sepenuhnya pada kendaraan pribadi atau layanan transportasi daring yang relatif mahal.