Muhamad Al Faruq Abdullah: Mendorong UMKM Kepri Menjadi Trendsetter di Era Digital

Muhamad Al Faruq Abdullah: Mendorong UMKM Kepri Menjadi Trendsetter di Era Digital

Sosok yang mencuri perhatian peserta adalah Muhamad Al Faruq Abdullah, S.Kom., M.M., (depan) Kepala Pusat Digital Marketing Direktorat Inovasi dan Pengembangan Usaha Universitas Dian Nusantara.-weradio.co.id-Universitas Dian Nusantara

BATAM, Weradio.co.id – Suasana Hotel Golden View, Kota Batam, tampak berbeda pada pekan ini. Para pelaku UMKM dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau berkumpul mengikuti Fasilitasi Kemitraan UMKM Secara Online yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau.

Dari sekian banyak narasumber, sosok yang mencuri perhatian peserta adalah Muhamad Al Faruq Abdullah, S.Kom., M.M., Kepala Pusat Digital Marketing Direktorat Inovasi dan Pengembangan Usaha Universitas Dian Nusantara.

Berbeda dengan pembicara pada umumnya, Faruq hadir dengan gaya interaktif. Ia mengajak peserta tak sekadar mendengar, tapi langsung praktik. Para pelaku UMKM diajak membuat desain logo dan poster dengan aplikasi Canva, belajar mengedit video promosi menggunakan CapCut, hingga menyusun strategi pemasaran digital yang efektif di media sosial.

Tak hanya itu, Faruq juga membimbing UMKM mendaftar dan membuka toko online di marketplace Shopee. Langkah sederhana ini mendapat apresiasi tinggi karena menjadi jalan masuk nyata bagi UMKM Kepri menuju pasar digital.

BACA JUGA:BNI Raih Dua Penghargaan OJK atas Komitmen Literasi Keuangan

“UMKM tidak bisa lagi hanya mengandalkan penjualan offline. Dengan sentuhan digital, produk lokal kita bisa menembus pasar nasional bahkan internasional. Karena itu, saya ingin peserta langsung praktik, bukan sekadar memahami teori,” ujar Faruq.

Sebagai akademisi dan praktisi, Faruq konsisten mendorong UMKM untuk berani tampil berbeda. Menurutnya, pemasaran digital bukan sekadar tren, melainkan kunci untuk bertahan dan tumbuh di tengah perubahan pasar yang cepat.

“UMKM harus berani tampil sebagai trendsetter, bukan sekadar follower. Produk Kepulauan Riau punya potensi besar, tinggal bagaimana kita mengemasnya dengan branding yang kuat dan strategi digital yang tepat.”

Pelatihan ini disambut antusias oleh peserta. Banyak yang baru pertama kali mengenal aplikasi desain maupun video editing, namun mereka tampak percaya diri mencoba. Seorang peserta UMKM asal Karimun menuturkan: “Awalnya saya tidak tahu cara membuat poster atau video untuk usaha saya. Tapi setelah dibimbing Pak Faruq, ternyata mudah dan menyenangkan. Sekarang saya punya semangat baru untuk promosi di media sosial.”

BACA JUGA:Presiden Prabowo Setuju Bentuk Dewan Kesejahteraan Buruh dan Satgas PHK

Di balik kiprahnya, Faruq dikenal sebagai dosen muda, trainer bersertifikasi, sekaligus pendamping UMKM yang aktif turun ke lapangan. Ia tidak hanya berbicara di ruang seminar, melainkan terjun langsung membantu pelaku usaha kecil menengah agar mampu beradaptasi dengan era digital.

Komitmennya terhadap pemberdayaan UMKM tercermin dalam setiap langkahnya: membangun kapasitas, meningkatkan literasi digital, dan menghubungkan UMKM dengan ekosistem pasar yang lebih luas. Dengan gaya yang sederhana dan mudah dipahami, Faruq berhasil menumbuhkan kepercayaan diri pelaku UMKM bahwa mereka juga bisa bersaing di kancah digital.

Melalui keikutsertaannya di kegiatan ini, Faruq berharap UMKM Kepri mampu memanfaatkan momentum untuk naik kelas. “Yang terpenting bukan hanya selesai ikut pelatihan, tapi bagaimana peserta bisa langsung menerapkan apa yang dipelajari. Kalau konsisten, saya yakin UMKM Kepri akan menjadi contoh bagi daerah lain.”

Kehadiran Muhamad Al Faruq Abdullah dalam kegiatan ini menjadi pengingat bahwa transformasi digital UMKM bukan hal yang mustahil. Dengan semangat, kreativitas, dan kemauan untuk belajar, UMKM Kepulauan Riau dapat bangkit, berkembang, dan menjadi trendsetter di era ekonomi digital.