Ini Sikap Istana Terkait Rantis Brimob Lindas Driver Ojek Online

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus jutu bicara Presiden RI, Prasetyo Hadi, saat berbicara kepada media dalam sebuah acara beberapa waktu lalu. --Instagram Prasetyo Hadi
JAKARTA, Weradio.co.id - Kepolisian diminta segera mengusut insiden kendaraan taktis (rantis) Barracuda yang diduga kuat milik Brimob melindas pengendara ojek online hingga korban meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit.
Demikian dikatakan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang juga Juru Bicara Presiden RI.
Insiden tersebut terjadi saat kepolisian berupaya membubarkan massa aksi demonstrasi di Jalan Penjernihan I, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Kamis malam, 28 Agustus 2025.
"Kami secara khusus meminta kepada aparat kepolisian untuk tetap sabar, dan melakukan tindakan pengamanan dengan penuh kehati-hatian, termasuk kami meminta atensi khusus terhadap kejadian tersebut," kata Prasetyo Hadi seperti dikutip Weradio.co.id dari Antaranews.com.
BACA JUGA:Kapolri Minta Maaf atas Insiden Rantis Lindas Ojol
Pras, sapaan akrab Prasetyo Hadi, menyebut Istana terus-menerus berkoordinasi dengan seluruh pihak, termasuk dengan kepolisian agar dapat menjaga situasi tetap kondusif. "Sekecil apapun jika ada kejadian, tentunya kita semua pasti menyayangkan, dan tidak ingin hal itu terjadi," tambah Pras.
Lebih lanjut Prasetyo memohon maaf atas kejadian yang tidak diinginkan tersebut.
Kejadian rantis Brimob melindas pengendara ojek online tersebar di berbagai akun media sosial warga yang merekam insiden tersebut.
Kendaraan taktis tersebut, setelah melindas korban, lanjut memacu kecepatan dan meninggalkan lokasi kejadian. Sejumlah warga dan pengendara yang geram pun mengejar kendaraan tersebut hingga ke Jalan Layang Non-Tol Casablanca.
BACA JUGA:Koperasi Kana Terima Penghargaan Entrepreneurial Marketing Corporate for Impact 2025
Korban, yang diketahui seorang laki-laki bernama Affan Kurniawan, 21 tahun, meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit terdekat di kawasan Jakarta Pusat.
Aksi unjuk rasa yang semula terpusat di depan Kompleks MPR, DPR, DPD RI, Jakarta, sejak siang hari, kemudian berlanjut sampai sore hari berujung ricuh. Massa yang menolak dibubarkan paksa oleh polisi melawan balik tembakan gas air mata dan water cannon polisi dengan lemparan batu, petasan, dan botol-botol.
Beberapa lokasi di sekitar Kompleks Parlemen, Senayan, pun menjadi tempat massa bentrok dengan aparat. Titik-titik terjadinya bentrok itu antara lain di Jalan Penjernihan, Jalan Penjompongan, Bendungan Hilir, KS Tubun Petamburan, dan Palmerah.