Soal Pemecatan Direksi Kimia Farma Diagnostika, Erick Thohir: ini Bukan Hukuman, Tapi Penegakan Komitmen BUMN


Erick Thohir akhirnya pecat semua direksi di Kimia Farma Diagnostika||Twitter @erickthohir

TRENDINGNEWS - Tegas! Langkah yang diambil Menteri BUMN Erick Thohir terkait kasus alat tes covid-19 bekas di Bandara Kualanamu, Medan.

Akhirnya Erick Thohir memecat semua direksi Kimia Farma Diagnostika yang terlibat kasus yang cukup menggemparkan publik tersebut.

Seperti diketahui, sebelumnya sempat geger soal pemakaian alat antigen covid-19 daur ulang alias bekas bagi penumpang di bandara Kualanamu.

Oknum pelakunya adalah Plt Business Manager Laboratorium Kimia Farma Medan berinisial PM.

(BACA JUGA:Tuliskan Surat Dengan Kata Romantis Saat Ultah Puput ke-24, Ahok Bikin Netizen 'Baper' )

Hal ini seperti disampaikan Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra, setelah melakukan investigasi, akhirnya terbongkar aksi tak terpuji PM yang juga Kepala Layanan Kimia Farma Diagnostik ini.

Pasalnya, dari 'kelakuannya' itu, disebutkan pula kalau PM sukses meraup keuntungan sebesar Rp 30 juta per hari.

Parahnya, masih menurut Panca, para pelaku bisa meraup untung selain menggunakan alat tes antigen bekas, juga mengakali jumlah pasien tes antigen.

Padahal, rata-rata jumlah pasien yang dilayani PM sekitar 250 orang per hari, namun yang dilaporkan ke Bandara Kualanamu dan Pusat Kantor Laboratorium Kimia Farma hanya sekitar 100 orang.

(BACA JUGA:Gedung Al Jalaa Ikut Jadi Target Dihancurkan Israel, CEO AP Menduga Ada Upaya Membungkam Media?)

Sisanya? "Sekitar 150 pasien merupakan keuntungan yang didapat PM dari hasil penggunaan antigen bekas. Di mana rata-rata hasil dari keuntungan penggunaan antigen bekas yang diterima PM sekitar Rp 30 juta per hari," beber Panca di Mapolda Sumut, pada Kamis 29 April 2021 lalu.

jakshdkjashdkjashdkjasd
Tag Terkait:
Sumber: