Raksasa IT India Wipro Caplok Bisnis Digital Olam US$ 375 Juta, Apa Alasannya?

Raksasa IT India Wipro Caplok Bisnis Digital Olam US$ 375 Juta, Apa Alasannya?

CEO Wipro Limited, Srini Pallia-Weradio.co.id-Indianweb2.com

SINGAPURA, Weradio.co.id – Perusahaan layanan teknologi global asal India yang didirikan oleh miliarder Azim Premji, Wipro Limited, resmi mengumumkan langkah besar di pasar Asia Tenggara.

Wipro telah menandatangani kesepakatan untuk mengakuisisi Mindsprint Pte. Ltd., unit bisnis layanan teknologi informasi (TI) dan digital milik raksasa agribisnis Singapura, Olam Group, senilai US$ 375 juta atau setara dengan Rp 5,9 triliun.

Langkah strategis ini bukan sekadar akuisisi biasa. Transaksi ini merupakan bagian dari kemitraan transformasi digital jangka panjang yang nilai total kontraknya diperkirakan melampaui US$ 1 miliar atau sekitar Rp15,8 triliun dalam kurun waktu delapan tahun ke depan.

Transformasi Digital Berbasis AI

Dalam keterbukaan informasinya, Senin, 6 April 2026, Wipro menjelaskan bahwa akuisisi Mindsprint akan memperkuat kapabilitas perusahaan dalam menyediakan solusi teknologi di sektor pangan dan agribisnis.

BACA JUGA:Suku Bunga AS Turun, Harga Bitcoin Bisa Tembus Rp 2 Miliar Lagi?

Seperti dilansir dari Forbes yang dibaca Weradio.co.id, Selasa, 7 April 2026, Mindsprint yang berbasis di Singapura memiliki lebih dari 3.200 tenaga profesional yang tersebar di berbagai negara, termasuk India, Amerika Serikat, dan Inggris.

CEO Wipro, Srini Pallia, menyatakan, integrasi ini akan menggabungkan keahlian domain mendalam dari Mindsprint dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) milik Wipro.

"Kami berkomitmen untuk mendorong transformasi yang inovatif bagi Olam Group dan klien global lainnya di seluruh rantai nilai farm to fork atau dari pertanian hingga meja makan," ujar Pallia.

Strategi Reorganisasi Olam Group

Di sisi lain, bagi Olam Group, pelepasan unit bisnis TI ini merupakan bagian dari Rencana Reorganisasi 2025 mereka. Perusahaan bertujuan untuk lebih fokus pada bisnis inti agribisnis dan mengoptimalkan nilai bagi pemegang saham.

BACA JUGA:Harga Bitcoin Melejit ke Rp 2 Miliar, Sentimen Pasar Kripto Kian Bullish

Olam Group juga telah berkomitmen untuk memberikan kontrak layanan transformasi TI kepada Wipro senilai US$ 100 juta per tahun selama delapan tahun ke depan.

Dana hasil penjualan Mindsprint ini rencananya akan dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen khusus setelah transaksi selesai.

Target Penyelesaian