Dulu Cuma Pelaut, Pria Ini Nekat 'Bakar Jembatan' hingga Sukses Kelola Aset Rp 256 T lewat Jurus Super Kluster
Praktisi keuangan global, Vier Abdul Jamal memberikan edukasi di sela Diskusi Literasi Keuangan Mahasiswa yang bertajuk Menangkap Peluang Investasi Saham, Kripto, dan Komoditas di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026.-Weradio.co.id-Rio Winto
Pertama, Zona A (Stop/Buy), yaitu Area risiko tinggi yang sebaiknya dihindari untuk pembelian langsung.
BACA JUGA:Heboh! Konglomerat Indonesia Borong Tambang Batu Bara Australia Senilai Rp 62 Triliun, Siapa Dia?
Kedua, Zona B (Always Buy), yaitu Zona pembelian utama dengan probabilitas keuntungan paling tinggi.
Ketiga, Zona C (Wait & See), yaitu Zona netral untuk menunggu konfirmasi arah pergerakan harga sebelum melakukan entry.
Keempat, Zona D (Always Buy), yaitu Zona pembelian alternatif yang menawarkan nilai investasi terbaik untuk akumulasi aset.
"Kunci dalam bertransaksi di pasar keuangan bukanlah menebak arah pasar secara brutal, melainkan mengelola risiko dengan disiplin menggunakan zona-zona yang terukur," ujar Vier di sela Diskusi Literasi Keuangan Mahasiswa yang bertajuk Menangkap Peluang Investasi Saham, Kripto, dan Komoditas di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026.
BACA JUGA:Cari Cuan Baru, Miliarder Thailand Nekat Lepas Aset Properti Eropa Senilai Rp 5,5 Triliun
Urgensi Menyiapkan Dana Pensiun Sejak Dini
Selain membagikan strategi teknis, Vier secara konsisten mengampanyekan pentingnya membangun Dana Pensiun Mandiri bagi generasi muda.
Menurutnya, masa depan finansial seseorang tidak boleh digantungkan sepenuhnya pada tempat bekerja, pemerintah, ataupun keluarga.
Dia menjelaskan, inflasi tahunan merupakan musuh nyata yang membuat biaya hidup, kesehatan, dan kebutuhan pokok di masa depan jauh lebih mahal.
Melalui visualisasi rumus matematika bunga majemuk (compound interest), dia memperlihatkan bagaimana investasi konsisten sejak usia muda dapat menghasilkan pertumbuhan nilai aset yang sangat masif di masa depan.
BACA JUGA:Geger Rebalancing MSCI, Investor Jangan Panik! Hans Kwee Ungkap Siasat Serok Saham Salah Harga
"Orang kaya bukan hanya karena penghasilannya besar, tetapi karena mereka memahami cara membuat uang bekerja untuk mereka sejak usia sedini mungkin," tegas Vier.
Perbedaan Investasi Saham dan Judi Online