HR yang Bekerja secara Reaktif Bisa Persulit Perusahaan Bangun Keberlanjutan Jangka Panjang

HR yang Bekerja secara Reaktif Bisa Persulit Perusahaan Bangun Keberlanjutan Jangka Panjang

Fungsi HR tidak hanya merespons kebutuhan sesaat, tetapi ikut membantu perusahaan menyiapkan talenta yang dibutuhkan untuk masa depan. --Shutterstock

Sementara itu, Head of Country Marketing Jobstreet by SEEK Indonesia Sawitri menilai transformasi HR dan ketenagakerjaan tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. “Masa depan ketenagakerjaan tuh harus high tech, tapi juga jangan lupa harus deeply human,” tegasnya.

Lebih Sawitri mengatakan bahwa HR saat ini dituntut untuk bergerak lebih strategis, tidak hanya dalam perekrutan, tetapi juga dalam membaca arah bisnis, memetakan kapabilitas, dan memanfaatkan teknologi secara lebih cerdas.

“Insight ini menegaskan bahwa masa depan HR tidak hanya soal mengadopsi AI, tetapi tentang bagaimana menggabungkan teknologi, data, komunikasi, dan judgment manusia untuk membangun perusahaan yang lebih siap menghadapi perubahan. Ini menjadi sangat relevan bagi perusahaan yang ingin bertumbuh secara berkelanjutan di tengah dinamika dunia kerja saat ini,” tutur Sawitri.

BACA JUGA:Gelorakan Semangat Sarinah Bung Karno, PDI Perjuangan Latih Kader Perempuan Penggerak Akar Rumput

BACA JUGA:Koperasi Kana Satukan KDKMP, UMKM, dan Masyarakat dalam Pesta Rakyat Kana