Cuan Melimpah, Keluarga Lee Makin Kaya Raya Berkat Bisnis Wealth Management OCBC

Cuan Melimpah, Keluarga Lee Makin Kaya Raya Berkat Bisnis Wealth Management OCBC

Kekayaan keluarga Lee melonjak tajam hingga mencapai US$ 13,8 miliar (sekitar Rp 213 triliun). Lee Tih Shih, salah satu anggota keluarga Lee. -Weradio.co.id-OCBC

JAKARTA, Weradio.co.id - Kekayaan keluarga Lee, salah satu klan finansial tertua di Singapura, melonjak tajam hingga mencapai US$ 13,8 miliar (sekitar Rp 213 triliun).

Lonjakan lonjakan nilai aset ini didorong oleh pertumbuhan pesat unit bisnis pengelola Kekayaan (wealth management) milik bank terbesar kedua di Singapura, Oversea Chinese Banking Corp (OCBC).

Berdasarkan laporan Forbes Asia yang dibaca Weradio.co.id, Selasa, 8 September 2026, lonjakan tersebut mengantarkan keluarga Lee ke peringkat empat dalam daftar orang terkaya di Singapura.

Keluarga ini juga mencatatkan kenaikan harta tertinggi, baik dari segi nominal dolar maupun persentase, sepanjang tahun ini.

BACA JUGA:Kejutan Perbankan! OCBC Resmi Caplok Bisnis Ritel dan Wealth HSBC Indonesia, Nasabah Siap Pindah Tangan?

Peningkatan kekayaan keluarga Lee terjadi seiring dengan melonjaknya harga saham OCBC di bursa yang nilainya hampir berlipat ganda dalam setahun terakhir.

Saham OCBC merupakan aset terbesar yang dimiliki oleh keluarga penerus mendiang Lee Seng Wee, mantan pimpinan dan Chief Executive Officer (CEO) OCBC yang wafat pada 2015.

Reputasi Singapura sebagai pusat finansial aman (safe haven) bagi kaum konglomerat dunia memberikan dampak positif signifikan bagi perbankan lokal.

Pada perempat pertama tahun ini, unit wealth management OCBC mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 11 persen, yang menyumbang sekitar 39 persen dari total pendapatan bank tersebut.

BACA JUGA:Prajogo Pangestu Resmi Caplok Saham Pemasok Bahan Bakar Bandara Singapura

Demi memperkuat lini bisnis wealth management, OCBC melancarkan sejumlah strategi agresif.

Langkah tersebut di antaranya dengan merekrut eksekutif senior untuk anak perusahaannya, Bank of Singapore, serta meluncurkan aplikasi pengelola kekayaan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Selain itu, pada Mei lalu, OCBC resmi mengumumkan akuisisi bisnis wealth management dan ritel milik HSBC di Indonesia.

Analis dari Phillip Capital, Glenn Thum, menilai bahwa akuisisi tersebut semakin memperkokoh posisi waralaba kekayaan regional OCBC di Asia Tenggara.

Berita Terkait