Raup Rp 270 T, tapi Utang Janji Belanja AI Rp 14.000 T, Mau IPO atau Cari Masalah?

Raup Rp 270 T, tapi Utang Janji Belanja AI Rp 14.000 T, Mau IPO atau Cari Masalah?

Menjelang penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO), perusahaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terkemuka, Anthropic, mengumumkan laporan keuangan yang mencengangkan.-Weradio.co.id-Sopa Images Light Rocket Getty Images

NEW YORK, Weradio.co.id - Menjelang penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO), perusahaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terkemuka, Anthropic, mengumumkan laporan keuangan yang mencengangkan.

Di satu sisi, pundi-pundi uang mereka melesat kencang; namun di sisi lain, komitmen belanja infrastruktur mereka membengkak hingga menyentuh angka fantastis.

Berdasarkan dokumen amandemen Pra-IPO yang dirilis Senin, 2 November 2026, Anthropic mencatatkan pendapatan kuartal ketiga (Q3) sebesar hampir US$ 17 miliar atau sekitar Rp 270 triliun.

Seperti dilansir Forbes yang dibaca Weradio.co.id, Selasa, 3 November 2026, angka tersebut meroket drastis hingga sekitar 1.200% atau melonjak belasan kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

BACA JUGA:Strategi Resiliensi Berjalan, BNBR Kantongi Pendapatan Rp 4,12 Triliun

Secara keseluruhan, pendapatan kumulatif Anthropic dalam sembilan bulan pertama tahun ini telah menembus angka US$ 33,24 miliar.

Lonjakan tajam ini didorong oleh adopsi teknologi AI yang kian masif di berbagai sektor industri global.

Kendati demikian, pertumbuhan pendapatan yang masif tersebut dibayangi oleh beban biaya yang tidak kalah raksasa. Dalam dokumen yang sama, Anthropic melaporkan komitmen pembelian infrastruktur AI telah menembus angka nyaris US$ 900 miliar atau sekitar Rp 14.000 triliun.

Lonjakan komitmen belanja jangka panjang ini diperlukan guna mengamankan daya komputasi, pusat data (data center), serta cip mutakhir untuk menopang ambisi besar mereka di masa depan.

BACA JUGA:Laba PGAS Naik 23 Persen Jadi US$ 293 Juta hingga Kuartal III

Akibat pembengkakan biaya operasional yang melonjak tajam hingga mencapai US$ 17,5 miliar pada kuartal ketiga, Anthropic kembali mengalami kerugian operasional sebesar US$ 567 juta.

Kondisi ini membuat para analis keuangan menyoroti risiko finansial yang mengintai di balik gegap gempita rencana IPO raksasa teknologi tersebut.