Survei Deloitte 2026 Ungkap Peran Integrasi, AI, dan Kompleksitas dalam Membentuk Lanskap Infrastruktur Global
Ilustrasi: Laporan 2026 Future of Infrastructure Survey dari Deloitte menunjukkan, investasi infrastruktur meningkat pesat di berbagai kategori aset di seluruh dunia, mulai dari infrastruktur dan jaringan digital; energi, air, dan utilitas lainnya. --Shutterstock
JAKARTA, Weradio.co.id - Infrastruktur fisik dan digital semakin terintegrasi. Kebutuhan akan sistem infrastruktur yang saling terhubung, efisien, dan tangguh pun semakin meningkat. Namun, proses perizinan dan regulasi yang rumit kerap menjadi hambatan utama dalam realisasi proyek infrastruktur.
Riset terbaru menunjukkan adanya kesenjangan mendasar antara kebutuhan akan infrastruktur yang saling terhubung dan model operasional konvensional yang masih diterapkan oleh pemerintah dan pelaku industri.
Deloitte - salah satu jaringan perusahaan jasa profesional multinasional terbesar di dunia - melalui laporan 2026 Future of Infrastructure Survey mengulas bagaimana integrasi sistem, pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI, dan ketahanan infrastruktur akan membentuk masa depan infrastruktur global.
Survei dilakukan terhadap 985 pemimpin di bidang infrastruktur dari organisasi pemerintah, sektor swasta, dan nirlaba di 21 negara yang mencakup seluruh kawasan utama dunia.
Laporan 2026 Future of Infrastructure Survey menunjukkan bahwa investasi infrastruktur diperkirakan meningkat pesat di berbagai kategori aset di seluruh dunia, mulai dari infrastruktur dan jaringan digital; energi, air, dan utilitas lainnya; mobilitas dan transportasi; hingga infrastruktur sosial dan hiburan.
Namun, tantangan terbesar bagi para pemimpin bukan sekadar meningkatkan investasi, melainkan memastikan infrastruktur dapat dibangun, dioperasikan, dan diamankan sebagai satu ekosistem yang saling terintegrasi.
Infrastruktur bukan aset terisolasi
Dalam siaran pers yang diterima Weradio.co.id dari Deloitte, Infrastructure practice leader, Deloitte Consulting LLP Kelly Marchese mengatakan, pemimpin organisasi perlu memikirkan infrastruktur lebih menyeluruh. Infrastruktur tidak lagi sekadar sekumpulan aset yang terisolasi.
"Survei terbaru kami menunjukkan bahwa sistem fisik dan digital telah menyatu, yang mengharuskan para pemimpin untuk berpikir melampaui model tradisional dan mengelola infrastruktur sebagai satu kesatuan yang saling terhubung," katanya.
BACA JUGA:Tingkatkan Kualitas Kehidupan Masyarakat, Gunakan AI dengan Bijak dan Kritis
Dia melanjutkan, "Tantangan mendesak yang dihadapi klien kami adalah bagaimana mendanai, membangun, dan melindungi sistem yang kompleks melintasi batas sektor maupun wilayah. Efektivitasnya akan sangat bergantung pada koordinasi yang lebih kuat, pendekatan baru terhadap risiko, serta kemampuan untuk meningkatkan skala teknologi dan talenta."
"Mereka yang mampu beradaptasi dengan era sistem baru ini akan berada di posisi strategis untuk membuka potensi ekonomi infrastruktur mereka," tambah Kelly Marchese.
Sebanyak 69 persen responden survei memperkirakan permintaan terhadap infrastruktur pintar dan saling terhubung akan meningkat, sehingga koordinasi lintas sistem menjadi semakin penting.