Pengakuan Jujur Pramono Anung dan Rano Karno Usai Setahun Pimpin Jakarta
Pramono Anung dan Rano Karno merefleksi stau tahun memimpin Jakarta-dok: berita jakarta-
Di sektor transportasi, Jakarta kini menempati peringkat ke-17 dunia untuk infrastruktur transportasi. Beberapa terobosan yang dilakukan oleh Gubernur Pramono dan Wagub Rano yakni memperluas layanan TransJabodetabek hingga daerah penyangga hingga memberikan layanan gratis bagi 15 golongan masyarakat.
Untuk memperbanyak ruang publik dan hijau di Jakarta, Pemprov DKI juga telah menambah 21 ruang terbuka hijau (RTH) baru.
BACA JUGA:Imigrasi DKI Jakarta Apresiasi HPN ke-80, Tekankan Pentingnya Verifikasi dan Etika Jurnalistik
"Yang kecil-kecil sebenarnya banyak banget. Seperti ini, Taman Bendera Pusaka ini adalah Ruang Terbuka Hijau yang kita gabungkan, di tempat ini 5,6 hektare," jelasnya.
Selain itu, Pramono dan Rano juga berkomitmen untuk melanjutkan dan menyelesaikan berbagai program pemerintahan sebelumnya yang belum tuntas. Pramono mencontohkan dilakukannya reaktivasi Planetarium, pembongkaran tiang monorel, pembangunan JPO yang menghubungkan JIS-Ancol, serta pembangunan rumah sakit internasional di lahan RS Sumber Waras.
Pramono juga ingin menjadikan Jakarta rumah bagi keberagaman agama. Ia ingin toleransi, kerukunan, dan kebersamaan terus tumbuh dan terjaga di Jakarta. Gubernur Pramono pun menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang mendukung dan berkontribusi dalam pembangunan Jakarta.
Sudah Dijalankan 97 Persen
Sementara Wakil Gubernur Rano Karno menambahkan, dari 40 program Quick Wins yang dijalankan sudah terealisasi sekitar 97 persen. Menurutnya, masih ada tiga masalah utama Jakarta yang belum terselesaikan hingga saat ini, yakni banjir, kemacetan, dan kemiskinan.
BACA JUGA:Tok! Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan Dimulai 19 Februari 2026
"Dari 40 program, Alhamdulillah mungkin 97 persen selesai. Hanya ada tiga poin yang belum sempat selesai karena memang memerlukan waktu yang cukup panjang," ujar Rano.
Rano pun menegaskan komitmennya bersama Gubernur Pramono untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang belum tuntas tersebut.
"Jadi artinya saya sangat yakin, di tahun kedua ini, kami sudah mempunyai program apa yang akan kita lakukan. Tentu program itu harus kita lakukan tahun per tahun," tandas Rano.