Jobstreet by SEEK Ungkap Gaji Saja tidak Cukup Pertahankan Karyawan untuk tidak Resign setelah Lebaran

Jobstreet by SEEK Ungkap Gaji Saja tidak Cukup Pertahankan Karyawan untuk tidak Resign setelah Lebaran

Foto ilustrasi suasana karyawan bekerja di perkantoran. --Shutterstock

BACA JUGA:Sikap Ksatria Kabais TNI, Komitmen Personal dan Institusional TNI untuk Indonesia Damai

Data menunjukkan bahwa karyawan yang menemukan purpose dalam apa yang mereka kerjakan tidak hanya lebih bahagia, tetapi juga memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk meninggalkan pekerjaan mereka. Bahkan, pekerja yang bahagia memiliki kemungkinan 24% lebih besar untuk merasa termotivasi memberikan kinerja ekstra (go above and beyond) bagi perusahaan tempat mereka bekerja.

Menurut Ria Novita, perusahaan justru dapat memanfaatkan fenomena ini sebagai bahan refleksi, alih-alih melihat sebagai krisis SDM.

"Dari kacamata perusahaan, setiap keputusan resign pasti membawa konsekuensi, baik berupa waktu maupun biaya untuk rekrutmen dan pelatihan," kata Ria Novita. "Namun, karena fenomena ini biasanya sudah diawali niat sejak jauh hari, hal ini tidak seharusnya menjadi 'kejutan besar' jika komunikasi antara karyawan dan atasan berjalan baik selama ini."

Ria melanjutkan, "Yang lebih penting bagi perusahaan adalah bagaimana memanfaatkan momen ini sebagai bahan evaluasi. Pahami alasan di balik keputusan resign, dan perbaiki aspek-aspek krusial seperti jenjang karier, kompensasi, hingga budaya kerja."

BACA JUGA:Menguak Sisi Gelap Flexing dan Perjanjian Iblis dalam Film Horor Aku Harus Mati

"Dengan menyeimbangkan gaji yang kompetitif serta membangun lingkungan kerja yang memiliki tujuan (purpose) dan work-life balance yang sehat, tingkat turnover ke depannya bisa menjadi lebih sehat dan tidak hanya terkonsentrasi di satu periode saja," tutup Ria.