Arsenal di Ambang Akhiri Penantian 22 Tahun Juara Liga Inggris, Kai Havertz Lolos Kartu Merah

Arsenal di Ambang Akhiri Penantian 22 Tahun Juara Liga Inggris, Kai Havertz Lolos Kartu Merah

Mikel Arteta merayakan gol timnya bersama asisten pelatih Nicolas Jover saat Arsenal mencetak gol dari bola mati lainnya melawan Burnley di Liga Inggris, Selasa, 19 Mei 2926. Dok dailymail.co.uk--Dok dailymail.co.ukL

Didukung penuh antusias oleh penonton yang memadati stadion dalam pertandingan kandang terakhir mereka musim ini, Arsenal diprediksi akan dengan mudah mengalahkan The Clarets, julukan untuk Burnley.

BACA JUGA:Pindad Siap Bikin Mobil Berbahan Kaca Biar Presiden Prabowo Terlihat Berdiri

Burnley hanya meraih dua poin dari 10 pertandingan terakhir mereka, tetapi membuat anak asuh Arteta harus bekerja keras untuk mendapatkan tiga poin dalam malam yang menegangkan lainnya di Emirates.

Upaya Leandro Trossard membentur tiang gawang dari tepi kotak penalti sebelum Bukayo Saka melihat permohonan penaltinya ditolak saat dia mencoba menyambut umpan silang rendah Havertz.

Arsenal terpaksa mengandalkan ancaman bola mati mereka sekali lagi untuk membongkar pertahanan rapat  Burnley.

Havertz melompat paling tinggi untuk menyambut umpan Saka pada menit ke-37 saat Arsenal mencetak gol dari tendangan sudut untuk ke-18 kalinya di liga musim ini.

BACA JUGA:Pep Guardiola tak Mau Gelar Pesta Juara dan Tertutup Mengenai Masa Depannya di Manchester City

Arteta sudah memprediksikan bahwa timnya bakal kesulitan untuk mengatasi Burnley. "Saya tahu ini akan sulit," kata Arteta.

Menurut Arteta, di babak pertama Arsenal memainkan permainan sepak bola terbaik yang pernah mereka mainkan musim ini. "Kami sangat tidak beruntung tidak mencetak dua atau tiga gol, dan kemudian ada juga cerita musim ini, bahwa kami tidak bisa melakukan itu. Kami harus memastikan bahwa kami sangat efisien dalam bertahan di momen-momen tertentu, tidak memberikan apa pun kepada lawan dan memenangi tiga poin" tuturnya.

Kontroversi Havertz

Arteta memutuskan untuk memainkan Havertz sejak menit pertama dan keputusannya membuahkan hasil manis, meskipun pemain Jerman itu hampir saja membuat blunder yang bisa berujung kartu merah.

BACA JUGA:Ini yang akan Dilakukan Xabi Alonso setelah Resmi Ditunjuk sebagai Pelatih Baru Chelsea

"Saya merasa dia (Kai Havertz) harus menjadi starter. Dengan formasi yang dimainkan oleh Burnley, saya pikir Havertz bisa sangat sulit untuk dihadapi, dan dia sudah menunjukkannya," tukas Arteta.

Dia melanjutkan, "Saya tentu saja khawatir ketika wasit memeriksa VAR (pelanggaran Havertz)."

"Ketika saya melihat ke bangku cadangan, mereka mengatakan bahwa itu bukan pelanggaran, tetapi saya belum melihat aksinya," tambah Arteta.

Berita Terkait