Marriott Bonvoy Ungkap Indonesia sebagai Pasar dengan Keterlibatan Loyalitas Tertinggi di APEC

Marriott Bonvoy Ungkap Indonesia sebagai Pasar dengan Keterlibatan Loyalitas Tertinggi di APEC

Ilustrasi Traveler Indonesia menonjol sebagai salah satu pasar dengan keterlibatan loyalitas tertinggi di APEC, mencapai 96 persen. --Shutterstock

Laporan tersebut mengidentifikasi lima prioritas utama perjalanan di kawasan APEC, yakni kuliner (Food & Dining), alam/tamasya, belanja, imersi budaya, serta Istirahat dan melepas penat (recharge & disconnect).

BACA JUGA: PT Invetra Teknologi Berjangka Hadirkan Platform Trading Forex dan Komoditas Berstandar Global di Indonesia

Kuliner muncul sebagai pendorong terkuat untuk perjalanan dan loyalitas hotel, dengan 63 persen traveler APEC memprioritaskan pengalaman kuliner saat merencanakan perjalanan mereka. Traveler kuliner menunjukkan perilaku loyalitas yang sangat jelas, di mana mereka cenderung mengumpulkan poin melalui aktivitas terkait kuliner dan menukarkannya untuk pengalaman makan dan minum (F&B), sehingga menjadikan kuliner sebagai salah satu penggerak keterlibatan loyalitas hotel yang paling kuat dan terukur.

Traveler kategori Istirahat & Melepas Penat merupakan kelompok peluang terbesar bagi pertumbuhan loyalitas hotel.

Meskipun cenderung lebih jarang mendaftar ke program loyalitas hotel dibandingkan kelompok traveler lainnya, mereka sangat aktif saat berada di lingkungan properti atau hotel. Mereka lebih cenderung menginap di hotel, resort, dan vila bersama pasangan, serta mengumpulkan poin melalui kegiatan menginap, makan, dan spa—yang menunjukkan bahwa bagi kelompok ini, properti hotel itu sendiri adalah destinasi yang dicari

Loyalitas perjalanan

Program loyalti hotel adalah kategori loyalitas yang paling banyak diikuti di seluruh APEC, melibatkan hingga 66 persen traveler – mengungguli maskapai penerbangan, ritel, dan program kuliner.

BACA JUGA:Koperasi Kana Resmikan Cabang PIK2, Perkuat Ekosistem Bisnis

Berdasarkan data, retensi anggota program loyalitas hotel tetap kuat, di mana sebagian besar traveler tetap terdaftar selama lebih dari dua tahun – menandakan bahwa loyalitas hotel terus menjadi jangkar hubungan traveler dengan brand.

Manfaat praktis 

Ekspektasi dasar yang jelas terlihat di seluruh APEC, di mana pengumpulan poin harian menjadi hal tidak bisa ditawar lagi (non-negotiable). Kemampuan untuk mendapatkan poin dari pengeluaran sehari-hari adalah fitur terpenting dari program loyalitas yang baik. Penukaran poin bervariasi, 77 persen traveler menggunakan poin untuk hadiah kecil yang dapat diakses segera, 61 persen untuk item bernilai besar, dan 37 persen untuk pengalaman eksklusif. Pola-pola ini menunjukkan bahwa keberhasilan loyalitas membutuhkan keseimbangan antara hadiah aspirasional dengan nilai praktis.

Kemitraan perkuat loyalitas 

Program loyalitas hotel yang terhubung ke dalam ekosistem kemitraan yang lebih luas menjadi lebih relevan. Traveler APEC menginginkan lebih banyak cara untuk mendapatkan dan menukarkan poin, dengan setengah dari mereka mengharapkan opsi perolehan dan pembelanjaan poin yang lebih mudah serta lebih banyak pilihan mitra untuk penukaran. Ini menunjukkan bahwa loyalitas hotel paling kuat ketika melampaui sekadar kegiatan menginap menuju ekosistem sehari-hari yang lebih luas.

Perolehan poin loyalitas hotel di seluruh APEC didorong terutama oleh kegiatan menginap di properti (57 persen) dan pembelanjaan kartu kredit co-branded (53 persen), diikuti oleh pesan-antar makanan dan kuliner (48 persen) serta mitra ritel dan e-commerce (45 persen). Ini menunjukkan bahwa loyalitas hotel tumbuh paling baik ketika program selaras dengan perjalanan dan pengeluaran harian.

BACA JUGA:Tuan Rumah PKSN XIII 2026, Keuskupan Agung Pontianak Gaungkan Misi Menjaga Suara dan Wajah Manusia