Marriott Bonvoy Ungkap Indonesia sebagai Pasar dengan Keterlibatan Loyalitas Tertinggi di APEC
Ilustrasi Traveler Indonesia menonjol sebagai salah satu pasar dengan keterlibatan loyalitas tertinggi di APEC, mencapai 96 persen. --Shutterstock
Dari sisi penukaran, traveler paling sering menggunakan poin loyalitas hotel untuk upgrade kategori kamar (58 persen), pengalaman kuliner (57 persen), dan fasilitas perjalanan praktis (51 persen), yang menunjukkan bahwa anggota menghargai imbalan yang meningkatkan pengalaman perjalanan mereka.
Tiga pola pikir
Meskipun partisipasi loyalitas tersebar luas di seluruh APEC, makna, mekanisme, dan motivasi loyalitas sangat bervariasi berdasarkan pasar. Laporan ini mengidentifikasi tiga pola pikir loyalitas yang berbeda di pasar APEC, masing-masing dengan ekspektasi berbeda terhadap program loyalitas hotel.
- Ahli strategi loyalitas (loyalty strategists): Jepang dan Korea Selatan
Di pasar yang matang ini, perilaku loyalitas sangat terencana, rasional, dan optimal. Traveler di pasar ini menganggap program loyalitas sebagai alat strategis—di mana mereka akan memaksimalkan nilai melalui pengumpulan poin yang disiplin, penggunaan kartu co-branded secara berkala atau akrual berbasis penginapan, dan penukaran praktis seperti makanan atau pengurangan biaya.
Bagi para traveler di kawasan ini, konsistensi program membangun kepercayaan, dan partisipasi dalam berbagai program dikurasi dengan sengaja.
BACA JUGA:Ancol Rayakan Idul Adha 1447 H dengan Semangat Kebersamaan dan Transformasi
- Pengoptimal nilai (value optimizers): Singapura, Australia, dan Thailand
Pengoptimal nilai berada di pusat spektrum loyalitas yang pragmatis. Traveler di pasar ini aktif namun selektif, di mana mereka menggunakan loyalitas ketika program tersebut secara jelas meningkatkan nilai perjalanan, fleksibilitas, atau efisiensi. Mereka merespons kuat insentif pemesanan langsung, bonus pencapaian, upgrade kategori kamar, dan fasilitas praktis seperti late check-out. Mereka lebih tertarik pada program loyalitas hotel yang memberikan peningkatan nyata pada pengalaman perjalanan mereka atau memberikan penghematan yang terlihat.
- Pencari pengalaman (experience seekers): India, Indonesia, dan Vietnam
Destinasi dengan pertumbuhan tinggi ini terlibat dengan loyalitas baik secara emosional maupun transaksional, di mana para traveler menunjukkan minat yang lebih kuat pada ekosistem kemitraan, eksklusivitas, status, dan pengalaman yang tak terlupakan.
Di pasar ini, loyalitas tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme penghematan tetapi juga sebagai gerbang menuju aspirasi dan penemuan hal baru. Destinasi-destinasi ini juga menunjukkan peningkatan kekayaan dan mewakili pertumbuhan terkuat di kawasan ini.
Secara keseluruhan, munculnya tipe loyalitas ini memperkuat temuan utama laporan ini, di mana pertumbuhan loyalitas di APEC tidak akan didorong oleh satu strategi regional yang sama. “Program loyalitas hotel harus berevolusi menjadi ekosistem adaptif yang tumbuh bersama para traveler. Di kawasan yang beragam dan bergerak cepat seperti APEC, brand yang memahami perilaku lokal dan nuansa budaya secara mendalam akan melampaui skala untuk mendapatkan relevansi dan advokasi dalam jangka panjang," kata Chief Commercial Officer, Asia Pasifik kecuali Tiongkok, Marriott International John Toomey.
BACA JUGA:Tiongkok Wajib Waspada! Raksasa Laut AS Resmi Meluncur ke Indo-Pasifik, Ada Apa?
Dia menambahkan, "Di Marriott Bonvoy, kami mewujudkannya melalui kekuatan portofolio kami yang luas, kemitraan hiperlokal, dan pengalaman terkurasi seperti Marriott Bonvoy Moments.”