Terbit Online Edisi Perdana Vatican News Bahasa Indonesia Bertepatan Hari Lahir Pancasila
(Dari kanan ke kiri) Massimiliano Menicheti (Kepala Radio Vatican), Trias Kuncahyono (Dubes RI untuk Takhta Suci), Dr Paolo Ruffini (Prefek Dikasteri Komunikasi Takhta Suci, Vatikan), Mgr Agustinus Tri Budi Utomo (Ketua Komisi Komsos KWI), Andrea Torniell-Weradio.co.id-PWKI
BACA JUGA:Peristiwa Bersejarah, Indonesia Tampil Perdana di Pameran 100 Gua Natal di Vatikan
Selain Ovier, hadir juga dalam penandatanganan MOU tersebut delegasi PWKI, AM Putut Prabantoro (Founder), Mayong Suryo Laksono (Penasihat), Stanislaus Jumar Sudiyana (Sekretaris), dan Bonfilio Mahendra Wahanaputra (Hubungan Antarlembaga).
Penasihat PWKI, Mayong Suryo Laksono, menegaskan bahwa PWKI beberapa kali ke Vatikan sejak Juni 2022. Tujuan utamanya adalah bahasa Indonesia harus menjadi salah satu bahasa resmi di Vatikan. Bahasa Indonesia menjadi sangat relevan untuk digunakan di Vatican News dengan berbagai pertimbangan.
“Kami memang sangat concern dengan usulan tersebut dan terus mengawalnya. Vatikan mempunyai posisi strategis di mata dunia. Namun bahasa kita belum digunakan di Vatican News. Sementara kalau dilihat secara dalam, Indonesia memiliki penduduk jauh lebih banyak daripada Malaysia, misalnya, yang bahasa Melayunya telah digunakan. Atau juga bahasa Hindi, Mongolia, dan Kanada. Belum lagi jika kita menghitung peziarah Indonesia yang ke Vatikan. Indonesia pada tahun Yubelium 2025 menduduki peringkat kedua terbanyak dalam mengadakan kunjungan ke Vatikan. Selain itu masih banyak faktor lainnya untuk menyatakan Bahasa Indonesia harus menjadi bahasa resmi,“ ujar Mayong Suryo Laksono.
Pada Juni 2022, PWKI secara resmi mengajukan usulan penggunaan bahasa Indonesia di Vatikan kepada Dubes RI untuk Takhta Suci, Laurentius Amrih Jinangkung. Yang mengajukan usulan adalah AM Putut Prabantoro (Founder PWKI) dan Lucius Gora Kunjana (Sekretaris PWKI).
Penggunaan Bahasa Indonesia ini merupakan momentum strategis bagi geopolitik Indonesia.
Negara Vatikan (Takhta Suci) adalah negara kedua terbanyak setelah Amerika Serikat yang memiliki hubungan diplomatik seluruh dunia. Jika Amerika Serikat memiliki hubungan diplomatik dengan 193 negara. Sementara Vatikan memilki hubungan diplomatik formal dengan 184 negara.
Ditandatanganinya MoU penggunaan resmi Bahasa Indonesia. menurut Putut Prabantoro yang juga mantan pengajar Lemhannas di bidang Ideologi, juga menguatkan kebijakan Geopolitik Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dalam penjelasannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tidak akan bergabung dalam pakta militer manapun, menjalin persahabatan dengan semua bangsa, dan tidak memihak kekuatan besar.
BACA JUGA:Paus Leo XIV Kecam Perang AS - Iran, Hentikan Pemujaan Kekuasaan
Hal ini juga untuk menjelaskan keberhasilan kebijakan Good Neighbour Policy' Presiden Prabowo kepada negara-negara sahabat.
Good Neighbour Policy ini pertama kali diucapkan oleh Presiden Prabowo pada November 2023. Presiden Prabowo menegaskan kembali kebijakan itu pada Rabu, 18 Februari 2026 dalam acara Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat.
Pengunaan Bahasa Indonesia oleh Vatikan menjelaskan bahwa Indonesia dan Takhta Suci merupakan sahabat sejak diakuinya kemerdekaan Indonesia oleh Vatikan pada Juli 1947.
Dan, penggunaan bahasa Indonesia ini juga untuk memeringati 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Takhta Suci.