Terbit Online Edisi Perdana Vatican News Bahasa Indonesia Bertepatan Hari Lahir Pancasila
(Dari kanan ke kiri) Massimiliano Menicheti (Kepala Radio Vatican), Trias Kuncahyono (Dubes RI untuk Takhta Suci), Dr Paolo Ruffini (Prefek Dikasteri Komunikasi Takhta Suci, Vatikan), Mgr Agustinus Tri Budi Utomo (Ketua Komisi Komsos KWI), Andrea Torniell-Weradio.co.id-PWKI
BACA JUGA:Tuan Rumah PKSN XIII 2026, Keuskupan Agung Pontianak Gaungkan Misi Menjaga Suara dan Wajah Manusia
Juni 2022
Cetusan pertama kali usulan tersebut diajukan PWKI kepada Dubes RI untuk Takhta Suci, Laurentius Amrih Jinangkung pada Juni 2022.
Namun, Laurentius Amrih Jinangkung hanya sesaat menjadi Dubes untuk Takhta Suci karena kemudian diangkat menjadi Dirjen Hukum dan Perjanjian Internasional (HPI) Kemenlu RI.
Sebelum kembali ke Indonesia, ia kemudian meminta KBRI untuk Takhta Suci meneruskan dan mengadakan hubungan secara resmi dengan Dikasteri (Kementerian) Komunikasi Takhta Suci terkait dengan usulan tersebut.
Pada November 2022, PWKI mengadakan kunjungan ke Vatikan untuk beraudiensi dengan Paus Fransiskus. Dalam kunjungan itu juga, diadakan pertemuan antara PWKI dan Dikasteri Komunikasi Takhta Suci. Dalam pertemuan itu, PWKI didampingi Lina Yanti Dilliane, Kuasa Usaha Ad Interim KBRI untuk Takhta Suci dan staff KBRI yang lain.
BACA JUGA:Kekayaan Budaya Kalbar Sambut Peserta PKSN XIII 2026 di Pontianak
PWKI sudah mempelajari cukup lama dan berkeinginan agar Vatikan menggunakan Bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa komunikasi medianya.
Keinginan itu terjadi sebelum tahun 2022. Dorongan itu semakin menguat, ketika Paus Fransiskus pada Februari 2022 dalam Hari Bakti Para Biarawan-Biarawati menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara sumber para biarawan-biarawati.
Artinya, Paus Fransiskus mengakui bahwa Indonesia sebagai negara terbanyak mengirimkan para biarawan-biarawati ke seluruh penjuru dunia.
Dorongan untuk mempromosikan Bahasa Indonesia semakin kuat, ketika pada Mei 2022, diadakan pertemuan Paskah Sedunia (Misa Kudus) yang dipersembahkan bagi para misionaris Indonesia di seluruh dunia.
BACA JUGA:Saksikan Wajah Lokal, Peserta PKSN XIII Kunjungi Komunitas Etnis di Pontianak
Sekitar 4.000 orang dan sebagian besar adalah biarawan-biarawati hadir dalam pertemuan Paskah Sedunia itu.
Mereka berasal dari lebih 70 negara. Pertemuan Paskah Sedunia secara hybrid itu berjudul 'Indonesia Goes To Continents' dan diselenggarakan oleh PWKI.
Ketika M Trias Kuncahyono diangkat sebagai Dubes RI untuk Takhta Suci yang baru, PWKI menginformasikan kepadanya tentang pekerjaan rumah yang belum selesai.