Tuchel Berasa Menangi Final Lihat Aksi Heroik Harry Kane dkk Singkirkan Meksiko, Selanjutnya Norwegia
Pelatih Inggris Thomas Tuchel memeluk erat kaoten Harry Kane usai Three Lions mengalahkan tuan rumah Meksiko 3-2, Senin, 6 Juli 2026, pada babak 16 besar Piala Dunia edisi ke-23 di Azteca. Berikutnya Inggris bertemu Norwegia di perempat final. --Instagram England Team
Awan kelabu terbesar di skuad Inggris adalah cedera yang dialami Jordan Henderson. Mantan gelandang Liverpool ini mengalami cedera pergelangan tangan setelah tampak terpeleset saat melompati papan reklame dalam perayaan pasca pertandingan. Dia akan menginap di rumah sakit semalaman bersama anggota staf medis dan tidak akan ikut bepergian dengan tim kembali ke markas mereka di Kansas City.

Bek Inggris Jarell Quansah (26) mendapat kartu merah langsung dari wasit Alireza Faghani karena dinilai melakukan pelanggaran keras terhadap Jesus Gallardo.--Dok The Guardian
"Saya lelah dan emosional tetapi juga sedih karena Jordan berada di rumah sakit dengan cedera yang cukup serius di pergelangan tangannya," kata Tuchel. "Tidak sesuai dengan malam ini bahwa Jordan tidak bersama kami. Kami merayakan dan masih memikirkan Jordan pada saat yang sama."
BACA JUGA:Begini Perbedaan Media Pers dan Media Sosial yang Jarang Disadari Orang, Awas Kena UU ITE
Tuchel kurang terkesan dengan kartu merah pada menit ke-54 untuk Quansah, yang tekelnya terhadap Jesús Gallardo awalnya tidak dianggap sebagai pelanggaran oleh wasit, Alireza Faghani. Kartu merah itu diberikan setelah tinjauan yang dipicu oleh asisten wasit video atau VAR, menambah masalah Inggris di posisi bek kanan sebelum pertandingan hari Sabtumendatabg di Miami. Gol kedua Meksiko, penalti Raúl Jiménez, juga terjadi setelah tinjauan VAR yang dipertanyakan Tuchel.
“Ini tidak cukup baik, wasitnya tidak cukup baik, wasit keempat tidak cukup baik, itu intinya,” tukas Tuchel. “Dia bahkan tidak memberikan pelanggaran (oleh Quansah), dia bahkan tidak mengubah kartu kuning menjadi kartu merah. Mereka membatalkan situasi di mana dia bahkan tidak memberikan pelanggaran.
“Ini gila, bek kanan lainnya absen. Jarell tentu saja sangat kecewa, ini mengecewakan dan merupakan kemunduran," tambah Tuchel.
Ditanya tentang pandangannya mengenai pembebasan luar biasa Folarin Balogun dari skorsing untuk pertandingan Amerika Serikat melawan Belgia, Tuchel bertanya-tanya setengah serius apakah pembebasan serupa bisa terjadi pada Declan Rice yang mendapat kartu kuning.
“Dari mana ini dimulai dan di mana ini berakhir sekarang?” diaa bertanya, “Bisakah kita membalikkan keadaan atau tidak? Di mana batasannya? Saya tidak punya jawaban.”
Inggris kelelahan secara fisik hingga Kane melakukan wawancara pasca pertandingan karena suaranya hilang. Jordan Pickford, yang melakukan dua penyelamatan penting dari Jiménez, menyebut momen itu sebagai “kenangan yang tak terlupakan”. Bellingham, yang menampilkan performa luar biasa secara keseluruhan, menikmati momen penting malam itu dan potensi hambatan mental yang telah teratasi.
“(Dalam) momen-momen tekanan besar di tahun-tahun sebelumnya, saat menonton sebagai penggemar, sebagai anak kecil, Inggris mungkin akan runtuh tetapi kami tetap bersatu hingga detik terakhir,” kata Bellingham. “Para pemain yang masuk, para pemain yang memulai pertandingan, mengerahkan seluruh tenaga dan memberikan segalanya."
Norwegia ancaman berbeda
Lawan selanjutnya yang akan dihadapi Inggris di perempat final adalah Norwegia, yang 'membunuh' raksasa sepak bola dunia dengan skor 2-1.
BACA JUGA:Tahun 2026 Momentum Tepat bagi Tim Nasional Indonesia untuk Jadi Jawara Piala ASEAN