Geger 'Kuburan Massal' Media Cetak, Ini Rahasia Biar Tidak Gulung Tikar di Era Medsos
Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Jaya, Bagus Sudarmanto-Weradio.co.id-Joko Dolok
Untuk menghadapi dominasi platform tunggal dan cengkeraman algoritma media sosial, Bagus membagikan lima strategi adaptasi yang wajib dijalankan oleh institusi media agar tetap mandiri dan sehat.
Pertama, Diversifikasi Pendapatan, yaitu berhenti bergantung penuh pada iklan digital. Media harus mulai mengembangkan sistem keanggotaan (membership), acara berbayar, hingga afiliasi alias e-commerce.
BACA JUGA:MHT Awards 2026, Ketika Ratusan Karya Bertemu dalam Semangat Jurnalisme Berkualitas
Kedua, Mendorong Hak Penerbit (Publisher Rights), yaitu mendukung regulasi yang memaksa platform digital besar untuk berbagi nilai ekonomi secara adil dengan penerbit berita.
Ketiga, Membangun Kanal Langsung, yaitu membuka jalur komunikasi langsung dengan pembaca melalui buletin (newsletter) komunitas berbayar atau kanal aplikasi pesan (Telegram/WhatsApp) agar tidak didikte oleh algoritma pihak ketiga.
Keempat, Jurnalisme Mendalam, yaitu berfokus pada liputan investigasi dan ulasan kontekstual bernilai tinggi yang tidak bisa ditiru oleh AI maupun kreator konten instan.
Kelima, Kolaborasi, yaitu membangun jejaring antarmedia untuk saling berbagi biaya produksi dan distribusi informasi.
BACA JUGA:Tiga Jurnalis Indonesia Ditangkap saat Menuju Gaza, PWI Pusat Kecam Keras Ulah Militer Israel
Melalui langkah-langkah strategis ini, diharapkan media arus utama dapat mengembalikan marwah kebenaran publik sekaligus menyelamatkan masa depan profesi jurnalis di tengah ketidakpastian industri.