Punya Start dan Kedalaman Skuad Bagus, Indonesia Berhasil Lampiaskan Dendam terhadap Kamboja
Para pemain timnas voli putra Indonesia meluapkan kegembiraan mereka usai mencetak poin melawan Kamboja pada putaran kedua Men's SEA V Cup Pool A di Jakarta International Velodrome, Rabu malam, 22 Juli 2026. Indonesia Nang 3-0. --Dok PBVSI
JAKARTA, Weradio.co.id - Start atau awalan dan kedalaman skuad yang semakin bagus menjadi kunci kemenangan 3-0 (26-24, 25-15, dan 25-18) Indonesia atas Kamboja pada pertandingan pertama putaran kedua Pool A kejuaraan bola voli Men's SEA V Cup 2026 Pool A, Rabu malam, 22 Juli 2026.
Bertanding di hadapan sekitar 12.000 penonton, yang didominasi pendukung Indonesia, di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jaktim, Pelatih Indonesia Reidel Toiran langsung menurunkan komposisi starter terbaiknya sejak menit awal.
Kombinasi Farhan Halim, Alvin Daniel, Hendra Kurniawan, Fauzan Nibras, Putra Bagus, Luvi Febrian, dan libero Rakha Abhinaya tampil dengan serangan variatif melalui umpan-umpan pendek di tengah dan umpan-umpan panjang ke sisi luar lapangan.
Strategi tersebut sukses membongkar pertahanan Kamboja dan Indonesia pun terus memimpin perolehan angka, mulai dari 3-1, 17-13, hingga 18-15. Namun, setelah sebuah penerimaan servis yang jelek dari para pemain Indonesia, Kamboja berhasil menyamakan skor, 28-18. Bahkan, spike yang gagal dari Farhan, membuat Kamboja berbalik unggul 18-19.
BACA JUGA:Kiper Timnas Indonesia Ini Bangga dan Siap Berikan Kemampuan Terbaiknya untuk Persija Jakarta
Sempat terjadi deuce di posisi 24-24. Akhirnya, satu spike tajam dari Farhan berhasil menembus blok Kamboja memastikan Indonesia memenangi game pertama dengan skor 26-24 dalam tempo 30-menit.
Lebih ketat
Awal-awal game kedua berlangsung ketat. Beberapa kalo skor imbang, 5-5, 6-6, 7-7. Selepas itu para pemain Indonesia mulai bisa melepaskan diri dari tekanan Kamboja dengan mengubah serangan dari sisi luar lapangan, terutama dari sektor kiri. Pasukan Garuda terus memimpin perolehan angka, bahkan mereka sempat unggul lima poin dalam posisi skor 15-10, 16-11, 17-12, dan 18-13.
Di akhir-akhir game kedua ini Farhan memainkan peran penting. Jump servis menukiknya menghasilkan tiga poin berturut-turut dan satu spike kerasnya dari garis belakang membuat posisi Indonesia semakin kuat. Assist ciamik dan umpan-umpan matang Farhan juga berulang kali berhasil dikonversi menjadi poin oleh rekan-rekannya. Indonesia akhirnya menutup game kedua dengan keunggulan telak 10 poin, 25-15.
Pada game ketiga, servis cerdik dari middle blocker Putra Bagas Hidayatulloh membuat Indonesia berbalik unggul 3-2. Pelatih Indonesia Reidel Toiran berusaha mempertahankan skema permainan terbaik timnya dengan mengandalkan poros Farhan Halim, Luvi Febrian, dan middle blocker Hendra Kurniawan.
Boy Arnez Arabi dan kawan-kawan pun selalu unggul dalam perolehan poin hingga akhirnya menang dengan keunggulan delapan poin, 25-17.
Kemenangan ini merupakan pembalasan atas kekalahan yang dialami Indonesia dari Kamboja pada final putaran pertama di Candon City, Filipina, pekan lalu. Saat itu Indonesia sempat tertinggal 0-2, bangkit menyamakan skore jadi 2-2, tetapi akhirnya kalah 2-3.
"Kekalahan di final putaran pertama menjadi penyemangat Farhan dan kawan-kawan untuk tetap fight dari poin demi poin agar lawan tidak bisa berkembang permainannya," kata asisten pelatih Indonesia Nur Widayanto kepada Weradio.co.id.