Runner-up SEA V Cup 2026 Jadi Target Realistis bagi Timnas Voli Putri Indonesia

Runner-up SEA V Cup 2026 Jadi Target Realistis bagi Timnas Voli Putri Indonesia

Timnas Voli Putri Indoenesia akan mengikuti pertandingan persahabatan dengan Korea Selatan dan tampil pada kejuaraan leg 1 SEA V Cup 2026 di Vietnam pada 31 Juli-2 Agustus dan leg 2 di Thailand pada 7-9 Agustus. Acara pelepasan timnas dilakukan di Pad--Dok PBVSI

JAKARTA, Weradio.co.id - Runner-up jadi target realistis yang bisa dicapai timnas bola voli putri Indonesia pada kejuaraan bola voli  SEA V Cup 2026. Apalagi, Tisya Amalya Putri dan kawan-kawan memiliki persiapan bagus, termasuk tiga uji coba melawan Timnas Korea Selatan dalam invitasi di Jecheon..

Demikian dikatakan Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) Imam Sudjarwo, Minggu, 19 Juli 2026, dalam acara pelepasan timnas bola putri Indonesia di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor.

Timnas voli putri Indonesia akan menghadapi persaingan di SEA V Cup 2026 yang digelar di Vietnam pada 31 Juli-2 Agustus dan berlanjut di Thailand pada 7-9 Agustus 2026.

Sebelum bertolak ke Vietnam, tim asuhan Marcos Sugiyama mengikuti turnamen undangan di Jecheon, Korea Selatan, pada 23-26 Juli mendatang. Uji coba di Korea Selatan akan mempertemukan Indonesia dengan timnas senior Negeri Gingseng tersebut dalam tiga pertandingan.

BACA JUGA:Sukses Redam Servis Kuat Vietnam, Indonesia Berjumpa lagi dengan Kamboja di Final SEA V Cup 2026

Uji coba di Korea Selatan diharapkan bisa mengasah kemampuan para Srikandi Indonesia untuk meraih prestasi tinggi di  SEA VCup 2026. Tidak sekadar memperbaiki peringkat. “Untuk target di SEA V Cup adalah runner-up." tegas Imam.

Pada SEA V Cup 2026, PBVSI mematok agar Tisya Amallya Putri minimal finis sebagai runner-up. Imam menilai target tersebut realistis bila melihat persiapan dan perkembangan performa tim serta kekuatan pesaing Indonesia di kawasan Asia Tenggara.

“Target kita di SEA V Cup adalah runner-up. Dengan target yang cukup tinggi ini, mudah-mudahan anak-anak bisa tampil all out dengan seluruh kemampuan, tenaga, dan juga perlu pikiran, karena itu juga perlu pikiran, dan konsentrasi penuh demi masyarakat, bangsa, dan negara,” tutur pria kelahiran 17 Februari 1956 itu.

Imam punya alasan kuat mengapa dia berani memberikan target runner-up untuk timnas voli putri Indonesia.

BACA JUGA: Presiden Prabowo Tinjau Hilirisasi Bioetanol PTPN I (Persero) di Kabupaten Malang

Imam menjelaskan Thailand masih menjadi tim terkuat di Asia Tenggara karena mereka punya sejumlah pemain yang tampil di Volleyball Nations League (VNL). Tapi, Indonesia bisa bersaing dengan Vietnam dan, bahkan, diyakini unggul atas Filipina.

"Bukan kami.mengecilkan kekuatan timnas kita. Tapi Thailand memiliki pemain-pemain yang tampil di VNL sehingga levelnya memang sangat tinggi. Kami realistis. Kalau dengan Filipina kita sudah di atas mereka. Dengan Vietnam insya Allah juga menang. Target kami adalah mengalahkan Vietnam dan Filipina. Makanya, dengan  melihat kekuatan yang ada, kami berani memasang target runner-up,” jelas Imam.

Imam melihat progres yang diperoleh Srikandi Indonesia di kejuaraan sebelumnya. Srikandi Indonesia finis di posisi kelima AVC Women's Volleyball Cup 2026. Itu mereka capai di antaranya dengan mengalahkan Australia  3-0 (25-13, 25-19, 26-24).

Selain itu Imam melihat persiapan timnas voli putri Indonesia sangat bagus. Menurut dia, kondisi tim sudah sangat siap setelah menjalani pemusatan latihan dan tampil di AVC Cup.