Zinedine Zidane akan Pimpin Era Baru Prancis Bulan September, tapi belum Berani Bicara soal Kylian Mbappe

Zinedine Zidane akan Pimpin Era Baru Prancis Bulan September, tapi belum Berani Bicara soal Kylian Mbappe

Presiden FFF Philippe Diallo (kiri) berfoto bersama Zinedine Zidane yang sudah ditunjuk FFF sebagai pelatih Timnas Prancis menggantikan Didier Deschamps. --X FFF

JAKARTA, Weradio.co.id - Pada bulan September mendatang, tim nasional Prancis akan memiliki wajah baru di pinggir lapangan untuk pertama kalinya dalam 14 tahun. Sang maestro akan memulai pengalaman barunya, tetapi dia tidak takut.

Pada saat pengumuman penunjukan pada Selasa pagi kemarin, sudah lama menjadi rahasia umum bahwa Zinedine Zidane akan menggantikan Didier Deschamps musim panas ini.

Pembicaraan antara mantan pelatih  Real Madrid tersebut dan otoritas sepak bola Prancis (FFF) sudah dimulai sejak Februari 2025 - setelah mantan rekan setim Zidane, Deschamps, mengumumkan beberapa pekan sebelumnya bahwa dia akan meninggalkan kursi kepelatihan Timnas Prancis setelah Piala Dunia 2026.

Pada perkenalannya di Paris, Zidane ingin menyoroti waktu yang sudah dia habiskan untuk menunggu di pinggir lapangan dan mempersiapkan diri untuk pekerjaan tersebut.

BACA JUGA:Ternyata, Ini Pemilik Alphard Viral di Zebra Cross Bundaran HI

"Saya mendapat beberapa tawaran dalam empat atau lima tahun terakhir, tetapi saya menolak semuanya," kata Zidane seperti dikutip Weradio.co.id dari BBC. "Tim nasional adalah satu-satunya hal yang saya inginkan."

Meskipun antusiasmenya untuk menerima pekerjaan itu adalah tema utama konferensi pers Selasa pagi di ibu kota Prancis, legenda lini tengah itu hanya memberikan sedikit petunjuk kepada penggemar Prancis tentang bagaimana dia akan mendekati peran tersebut. Bahkan pertanyaan tentang kapten Les Bleus Kylian Mbappe pun dihindari. Hal terpenting baginya sekarang adalah beristirahat. Zidane akan punya kesempatan untuk berbicara pada bulan September.

Ketika ditanya tentang gaya bermain yang disukainya, Zidane memilih untuk tidak membahas detail taktik.

"Saya tidak bisa menjelaskan kepada Anda hanya dalam beberapa kata bagaimana kami akan menang. Saya harus datang, bertemu dengan para pemain, dan menjelaskan rencana saya kepada mereka. Setelah itu, terserah saya untuk menjaga tim ini tetap menang," kata Zizou, sapaan akrab Zidane 

BACA JUGA:Viral Karang Taruna Kalisari Minta Sumbangan Agustusan Rp15 Juta ke Warung Kopi, Ini Klarifikasinya

Namun, Zidane menegaskan niatnya "untuk melakukan hal-hal secara berbeda".

Dia kemudian mengisyaratkan bahwa akan ada tingkat "kelanjutan" dari pekerjaan pendahulunya. "Saya akan mencoba melakukan apa yang saya tahu caranya, tetapi itu juga bukan jeda total," tegasnya. 

Punya kesamaan

Zidane dan Deschamps, dua pemenang Piala Dunia 1998, memang memiliki beberapa kesamaan dalam manajemen mereka, terutama dalam pragmatisme, serta pendekatan laissez-faire terhadap fase menyerang yang dianut Deschamps di Piala Dunia baru-baru ini.