Didukung Prof Stella Christie, Kolaborasi SMA Kolese Gonzaga dan Kalbe Gelar Lomba Sains Nasional
Kepala Sekolah SMA Kolese Gonzaga, Pater Eduard Calistus Ratu Dopo, S.J., M.Ed. (kiri), Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Stella Christie (tiga dari kiri), dan Abi Nisaka, Head of Corporate Sustainability PT Kalbe Farma Tbk (tig-Weradio.co.id-Rio Winto
JAKARTA, Weradio.co.id - SMA Kolese Gonzaga kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong generasi muda peduli terhadap isu lingkungan hidup melalui Lomba Sains Nasional Berbasis Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) Gonzaga College 2026.
Mengusung fokus inovasi berbasis Internet of Things (IoT), ajang ini menjadi wadah bagi para siswa untuk merumuskan solusi nyata atas berbagai tantangan keprihatinan global, seperti krisis lingkungan dan kebakaran hutan.
Kepala Sekolah SMA Kolese Gonzaga, Pater Eduard Calistus Ratu Dopo, S.J., M.Ed., menyampaikan, tema lingkungan hidup diangkat berangkat dari kondisi yang terjadi saat ini, yaitu kebakaran hutan di beberapa titik wilayah Indonesia.
Menurutnya, hutan merupakan paru-paru dunia yang apabila rusak atau terbakar, akan mengancam kesehatan ekosistem secara keseluruhan.
BACA JUGA:Bukan Cuma Teori, Siswa Gonzaga Dilatih Cari Solusi Masalah Dunia
"Ketika muncul rasa ingin tahu pada anak muda untuk menjaga lingkungan, tugas kami di lembaga pendidikan adalah mendampingi mereka dengan pendekatan compassion (belas kasih). Melalui sains, anak-anak dilatih untuk belajar, sementara seorang pemimpin dibentuk untuk melayani dengan kebijaksanaan," ujar Pater Eduard di sela Seminar Lomba Sains Nasional di SMA Kolese Gonzaga, Rabu, 26 Agustus 2026.
Lebih lanjut, Pater Eduard menekankan pentingnya membangun kesadaran bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi tidak diciptakan untuk eksploitasi alam. Sebaliknya, penguasaan sains dan teknologi harus terus diasah demi keberlanjutan serta kebaikan lingkungan hidup, menjadikan bumi sebagai rumah bersama yang aman.
Guna mewujudkan hal tersebut, SMA Kolese Gonzaga mendorong pembentukan budaya berpikir ilmiah dalam kehidupan sehari-hari di sekolah hingga jenjang karier mendatang.
Melalui kebiasaan yang ditanamkan sejak dini, anak-anak yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan diharapkan mampu menerjemahkan gagasan mereka ke dalam praktik terbaik (best practice) demi menjawab tantangan ekologis masa kini.
BACA JUGA:G-Reflex, Tradisi Ilmiah Gonzaga yang Berbasis Paradigma Pedagogi Ignasian
Riset Berbasis Sains dan Teknologi
Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Stella Christie, mengatakan,
Penelitian merupakan kesempatan untuk mengasah kualitas berpikir, membangun budaya bertanya, serta membiasakan peserta didik menjawab pertanyaan secara sistematis dan berbasis data.
"Inilah budaya riset yang perlu dibangun sejak sekolah, yakni membuat siswa berani bertanya, memikirkan kualitas pertanyaannya, serta mencari jawaban berdasarkan data secara sistematis," jelas Prof. Stella Christie di sela peluncuran Lomba Sains Nasional Berbasis STEAM yang digagas SMA Kolese Gonzaga di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.
Prof. Stella Christie mendorong peserta didik membangun budaya sains sejak dini melalui rasa ingin tahu, keberanian bertanya, serta kemampuan mencari jawaban berbasis data.