Banyak Gen Z Kesusahan Cari Kerja, Ternyata Ada Kesalahan Strategi, Begini Solusinya
dari 50 persen profesional muda dari kalangan Gen Z mengaku kebingungan dan mengalami kesulitan dalam membangun jaringan (networking) atau koneksi profesional.-Weradio.co.id-Forbes Getty Images
JAKARTA, Weradio.co.id — Memasuki dunia kerja di tengah persaingan yang makin ketat menjadi tantangan besar bagi Generasi Z (Gen Z).
Data terbaru dari LinkedIn yang dilansir Forbes dan dibaca Weradio.co.id, Senin, 21 September 2026, menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen profesional muda dari kalangan Gen Z mengaku kebingungan dan mengalami kesulitan dalam membangun jaringan (networking) atau koneksi profesional.
Padahal, jaringan profesional merupakan salah satu kunci utama untuk membuka peluang karier dan mendapatkan pekerjaan yang diimpikan.
Menurut riset pakar ekonomi dan karier, ketidakmampuan menjalin koneksi profesional yang kuat berpotensi menghambat perkembangan karier profesional muda di pasar kerja saat ini.
BACA JUGA:Begini Dampak Mengerikan Vonis Pembunuh Tupac Shakur bagi Industri Musik
Untuk mengatasi hambatan tersebut, berikut adalah empat langkah strategis yang dirumuskan para ahli agar profesional muda dapat membangun jaringan relasi yang efektif dan dilirik oleh rekruter.
Seperti dilansir dari Forbes yang dibaca Weradio.co.id, Selasa, 22 September 2026, Pertama, networking mulai dari lingkaran terdekat.
Membangun relasi tidak selalu harus diawali dengan menghubungi orang asing atau eksekutif tinggi.
Gen Z dapat memulai dari relasi yang sudah ada, seperti alumni kampus, rekan magang, atau kenalan di media sosial. Mengontak kembali relasi lama sering kali memberikan peluang kerja yang tidak terduga.
BACA JUGA:Terbongkar Setelah 30 Tahun, Ini Sosok Otak Pembunuhan Tupac Shakur yang Resmi Divonis Bersalah
Kedua, kirim pesan singkat yang spesifik dan relevan. Saat menghubungi profesional baru di platform seperti LinkedIn, hindari mengirim pesan generik atau sekadar menyapa tanpa tujuan yang jelas.
Sampaikan apresiasi terhadap pencapaian mereka atau ajukan pertanyaan spesifik terkait bidang pekerjaan yang diminati secara sopan dan ringkas.
Ketiga, tunjukkan nilai tambah dan ketertarikan yang tulus. Networking yang berkelanjutan berlandaskan asas saling memberi manfaat (dovetailing).
Aliih-alih hanya meminta informasi lowongan kerja, tunjukkan ketertarikan pada industri yang mereka tekuni, bagikan artikel relevan, atau berikan sudut pandang baru yang dapat memberikan nilai tambah bagi lawan bicara.
BACA JUGA:Ini Daftar 8 Saham 'Emas' yang Diprediksi Bakal Diburu Investor Musim Ini