Bintang Liga Inggris Ini Terancam Penjara karena Gunakan Sertifikat Covid Palsu

Bintang Liga Inggris Ini Terancam Penjara karena Gunakan Sertifikat Covid Palsu

Gelandang Sunderland Granit Xhaka terancam denda besar atau, bahkan, masuk sel penjara setelah mengakui sudah menerima sertifikat vaksinasi virus corona palsu selama masa pandemi Covid-19. --Instagram Granit Xhaka

BACA JUGA:Tantangan Rekrutmen Semakin Dinamis, Jobstreet by SEEK Perkenalkan Inovasi Personalised Targeting dan Assist

"Pada saat yang sama, kami sepakat bahwa demi kepentingan terbaik tim, pemusatan latihan ini akan diselesaikan tanpa kehadirannya.m," tukas Knabel. "Prioritas kami saat ini adalah menenangkan situasi dan fokus sepenuhnya pada tim serta tantangan mendatang di UEFA Nations League."

"Setelah periode pertandingan internasional ini berakhir, kami akan mengevaluasi kembali situasi bersama Granit dan mendiskusikan langkah selanjutnya," tambahnya.

Swiss akan melakoni pertandingan tandang melawan Makedonia Utara dan Skotlandia sebelum menjamu Slovenia dan Makedonia Utara di Lucerne.

Pada tahun 2023, pelatih tim hoki es putra Swiss saat itu, Patrick Fischer, dinyatakan bersalah karena menggunakan sertifikat Covid-19 palsu untuk bekerja di Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing dan dijatuhi denda sebesar 38.000 franc Swiss oleh pengadilan pidana.

BACA JUGA:Ini Janji Alexander Jeremejeff untuk The Jakmania yang tidak Bisa Dampingi Persija Jakarta Tanding di Bali

Pada bulan April tahun ini, Fischer diberhentikan dari jabatannya dan kemudian dijatuhi larangan beraktivitas selama empat tahun oleh Federasi Hoki Es Internasional.

Xhaka tampil di ajang Euro pada tahun 2021 dan 2024, Piala Dunia Qatar 2022, serta turnamen akbar yang berlangsung di Amerika Utara pada musim panas ini.

Knabel menambahkan, "Granit tidak memerlukan sertifikat vaksinasi untuk berpartisipasi dalam turnamen besar atau pertandingan internasional. Saat itu, Asosiasi Sepak Bola Swiss (SFV) hanya mengeluarkan rekomendasi vaksinasi, bukan kewajiban."

 

 

Berita Terkait