Kardinal Suharyo Ajak Umat TNI - Polri Jalankan Tugas dengan Penuh Sukacita
Kardinal Suharyo menjelaskan, kehadirannya bersama rombongan dari Jakarta merupakan bagian dari kunjungan pastoral untuk menyapa umat Katolik yang menjalankan tugas pengabdian di lingkungan TNI dan Polri.-Weradio.co.id-Keuskupan TNI - Polri
BACA JUGA:Kerja Sama Semua Pihak Sukseskan Tri Hari Suci Katedral Jakarta
Ada tujuan yang lebih dalam, yakni menghadirkan Kerajaan Allah melalui kehidupan sehari-hari.
Kerajaan Allah, jelas Kardinal, dapat diwujudkan melalui kedamaian, kebenaran, kasih dan keadilan.
Ketika seseorang menghormati orang lain, ia sedang menghadirkan Kerajaan Allah. Ketika menyelesaikan persoalan dengan mencari keadilan, ia juga sedang menghadirkan Kerajaan Allah.
"Kalau di dalam mencari penyelesaian masalah yang dicari adalah keadilan, itulah datangnya Kerajaan Allah," tuturnya.
BACA JUGA:Peristiwa Bersejarah, Indonesia Tampil Perdana di Pameran 100 Gua Natal di Vatikan
Pesan tersebut, menurut Kardinal, sangat relevan bagi umat Katolik yang bertugas sebagai anggota TNI dan Polri. Tugas menjaga keamanan, menegakkan hukum dan melayani masyarakat tidak hanya membutuhkan kemampuan profesional, tetapi juga hati yang berlandaskan kasih dan keadilan.
Bukan Sekadar Menjalankan Perintah
Kardinal Suharyo mengingatkan, setiap profesi pada dasarnya merupakan jawaban atas panggilan Tuhan. Jalan hidup setiap orang berbeda. Ada yang berkeluarga, menjadi imam, biarawan atau biarawati, maupun mengabdi melalui profesi lain.
Namun panggilannya sama, yakni bertumbuh menuju kesempurnaan hidup dan kesempurnaan kasih.
Ia kemudian memberikan contoh sederhana dari kehidupan sehari-hari.
BACA JUGA:Mengapa Sosok Ini Rela Tinggalkan Jerman demi Indonesia? Kisah Romo Magnis Tayang di YouTube
Seorang ibu yang sedang berbelanja bertemu sahabat lama. Dalam perbincangan, mereka mulai tergoda membicarakan keburukan orang lain. Menahan diri untuk tidak ikut bergosip, menurut Kardinal, merupakan langkah kecil menuju kesempurnaan kasih.
Begitu pula ketika seorang ibu yang sudah lelah tetap mau mendengarkan cerita anaknya dengan penuh perhatian. Hal sederhana itu juga menjadi latihan untuk bertumbuh dalam kasih.
"Kesempatan-kesempatan seperti itu adalah semacam latihan untuk bertumbuh menuju kesempurnaan," katanya.