Kardinal Suharyo Ajak Umat TNI - Polri Jalankan Tugas dengan Penuh Sukacita

Kardinal Suharyo Ajak Umat TNI - Polri Jalankan Tugas dengan Penuh Sukacita

Kardinal Suharyo menjelaskan, kehadirannya bersama rombongan dari Jakarta merupakan bagian dari kunjungan pastoral untuk menyapa umat Katolik yang menjalankan tugas pengabdian di lingkungan TNI dan Polri.-Weradio.co.id-Keuskupan TNI - Polri

Pesan itu juga berlaku bagi mereka yang memegang jabatan.

BACA JUGA:Romo Yos Bintoro Serahkan Buku, KSAD Dukung Pelayanan Keuskupan TNI - Polri

Seorang pejabat, kata Kardinal, hendaknya menjalankan jabatan bukan untuk kepentingan diri sendiri atau kelompoknya, melainkan untuk kepentingan masyarakat.

Jalankan Tugas dengan Gembira

Kardinal Suharyo juga mengajak umat untuk menjalankan tugas dengan sukacita.

Menurutnya, kegembiraan dalam menjalankan tanggung jawab dapat menjadi tanda bahwa seseorang menemukan makna dalam pengabdiannya.

Ia mengutip sebuah contoh sederhana tentang panggilan hidup. Ketika seseorang menjalankan panggilannya dengan sukacita, ada tanda bahwa ia sedang bertumbuh. Sebaliknya, kehidupan yang terus-menerus dipenuhi kemurungan perlu menjadi bahan refleksi.

BACA JUGA:Sinyal Perubahan Vatikan, Paus Leo Kembalikan Tradisi Klasik dan Rombak Jabatan Penting

Karena itu, Kardinal mengajak umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri untuk menjalankan tugas dengan hati yang gembira.

"Marilah kita sering mendoakan agar di dalam tugas dan tanggung jawab kita yang berbeda-beda, khususnya bagi bapak dan ibu di lingkungan TNI dan Polri, kita menjalankan semua tugas itu dengan gembira, dengan sukacita," pesan Kardinal.

Bagi Kardinal, pengabdian tidak berhenti pada keberhasilan menjalankan tugas. Yang lebih penting adalah bagaimana tugas tersebut menjadi jalan untuk menghadirkan kasih, keadilan, kedamaian dan kebenaran.

Misa di Gereja St. Martinus pun menjadi ruang perjumpaan yang sederhana namun bermakna. Para prajurit, anggota Polri, keluarga dan umat duduk bersama dalam satu perayaan iman.

BACA JUGA:Bahasa Indonesia Resmi Jadi Bahasa Ke-57 di Media Resmi Vatikan

Tidak ada sekat pangkat dalam suasana doa. Yang hadir adalah manusia-manusia yang sama-sama sedang menjalani perjalanan hidup, menjalankan tugas dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.

Dari Balikpapan, Kardinal Suharyo mengingatkan bahwa tugas negara dan kehidupan iman bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan.